Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, meresmikan purna pugar candi perwara atau candi pendamping di Situs Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, pada Kamis (23/10) Sore. Candi perwara yang diresmikan merupakan candi perwara ke-27 di Candi Plaosan yang telah selesai dipugar.
Selain peresmian candi perwara, Menbud juga melakukan peletakan batu pertama pengembangan lanskap situs Candi Plaosan. Acara tersebut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta pejabat Kementerian Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat ditemui di Komplek Candi Plaosan, Rabu (23/10) Sore, mengungkapkan bahwa selesainya pemugaran merupakan bentuk nyata pelaksanaan Pasal 32 UUD 1945.
“Pemugaran ini merupakan bagian berkelanjutan dari pelestarian warisan budaya bangsa dan situs Candi Plaosan. Bukan hanya peninggalan sejarah yang bernilai arkeologis tertinggi” Tuturnya.
Kemegahan Candi Plaosan, Ujar Fadli, kolaborasi simbol antar suku, bangsa dan agama, mencerminkan persatuan yang kokoh. Pada masa itu, candi Plaosan dibangun pada abad ke 8 selesai abad ke 9.
” Kalau kita lihat ini adalah pencapaian artistik yang luar biasa. Candi Plaosan ini. Apalagi ini dibangun pada masa abad ke-9. Mungkin prosesnya dari abad ke-8 ya,” kata Fadli Zon.
Menurutnya, Candi Plaosan menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kemajuan peradaban Nusantara pada masanya.
“Ini adalah warisan budaya bukan hanya Indonesia sebenarnya ini dunia. Salah satu wujud indah dari ekspresi kebudayaan Nusantara. Di tempat ini ada akulturasi budaya yang kuat antara Hindu-Buddha pada masanya. Saling menguatkan,” jelas Fadli Zon.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menyinggung terbatasnya jumlah tenaga pemugar di Indonesia.
“Tenaga pemugar kita ini sekarang ini tidak terlalu banyak ya. Jadi kalau kita mau pugar candi-candi ke depan tadi seperti tantangan perwara ke depan kita butuh tenaga-tenaga pemugar yang memang ahli dan mungkin ke depan harus tersertifikasi,” katanya.
Ia menilai kondisi ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah, khususnya Klaten, untuk mendirikan lembaga pendidikan yang melatih calon tenaga pemugar.
“Apakah SMK gitu ya. Tapi yang salah satunya itu keahliannya adalah pemugaran. Itu agak kurang gitu tenaga pemugar kita itu. Kita ini banyak sekali situs-situs yang berupa candi, Hindu, Buddha dan juga candi-candi lain. Tetapi tenaga pemugarnya kalau kita melakukan pemugaran itu relatif kurang,” jelas Fadli Zon.
Prabowo Aji







