Lonching Holding UMKM di Lurik Prasojo Klaten Diharapkan Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Rabu (19/11) siang, meluncurkan Holding UMKM Sektor Fashion dan Handicraft di PT Prasojo Kusuma (Lurik Prasojo) di Dukuh Pencil, Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Klaten.

Peluncurkan dilakukan oleh kementerian UMKM, Deputi Bidang Usaha Menengah, Bupati Klaten, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok, PT. BRI (Persero), Direktur PT. Prasojo Kusuma Putra dan Direktur CV. Agil Craft Indonesia Bantul.

Bacaan Lainnya

Deputi Usaha Menengah, Bagus Rachman dalam konferensi pers, usai tinjauan mengatakan, Holding UMKM menjadi solusi agar UMKM naik kelas.

“Jadi, bagaimana para pengrajin di sini terhubung. Tetap terpasok dalam industri lurik di sini,” Kata Bagus.

Dijelaskan Bagus, peluncuran kedua dari 10 sektor yang sudah didentifikasi, untuk menjadi solusi agar UMKM bisa naik kelas dengan peran usaha menengah.

” Sehingga ini kami harapkan bisa menjadi role model dan replikasi di daerah lain, baik dari industri digital maupun dari komunitas atau sektor lainnya,” kata Bagus.

Bagus menambahkan, launching ini dapat membangkitkan semangat bagi pelaku usaha, karena dengan ini, usaha mikro dan yang lainnya, dapat berkolaborasi dari sisi produksi, pemasaran hingga modal.

”Ini bisa menjadi role model untuk daerah lain. Data UMKM ada 57 juta, kebanyakan mikro dan cenderung sendiri-sendiri, nantinya usaha menengah akan berperan dalam membantu pemasaran baik di dalam maupun luar negeri,” Pungkasnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo merasa sangat bersyukur, lurik adalah klaster produk unggulan di Klaten mendapat perhatian Kementerian UMKM dengan dibentuk Holding UMKM.

”UMKM yang dulu dipandang sebelah mata, dengan membentuk holding bisa menjadi kuat. Lurik Prasojo ini luar biasa, dari lurik tradisional bertransformasi menjadi kain di fashion show, tak hanya di lokal tapi di Paris dan lainnya,” Kata Bupati.

Hamenang Menambahkan, Produksi lurik bukan sekedar kain, tapi sudah go internasional, di Kabupaten Klaten terdapat 11 klaster, nantinya potensi Usaha Menengah di Klaten akan dibangkitkan lagi, untuk membentuk holding UMKM.

”Lurik Prasojo akan menjadi role model holding UMKM. Bila ditangani dengan baik, bukan tak mungkin nantinya bisa menjadi besar, bisa IPO dan masuk bursa efek,” Paparnya.

Sementara itu, Pemilik usaha Lurik Prasojo, Maharani Setiyawan mengungkapkan, ada sekitar 40 usaha kecil dan mikro yang telah bergabung dalam holding UMKM.

”Kami membantu membuat produk yang diinginkan pasar dan membantu pemasaran. Kami juga sudah membawa lurik dalam fashion show di luar negeri,” Ungkap Rani.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *