Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali, Korlantas Polri Andalkan Teknologi Digital

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam hal ini, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

“Operasi ketupat itu bukan hanya di bidang lalu intas, tetapi operasi ketupat itu di samping mengawal arus mudik dan arus balik Polri wajib hadir untuk menjaga momentum sosial dan momentum spiritual. Jadi rangkaian bulan suci Ramadan, Idulfitri, dan Hari Raya Nyepi harus aman. Aman dari sisi Harkamtibas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), dan lancar dalam sisi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) itu yang terpenting,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Senin (6/4/2026).

Sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri kata Kakorlantas, terlebih dahulu melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya guna meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebelum melakukan operasi 2026 kita melakukan evaluasi, salah satunya adalah bagaimana kelancaran arus lalu lintas, keselamatannya, bagaimana kita bisa memutuskan manajemen lalu lintas, termasuk juga sosialisasi tentang operasi ketupat, komunikasi publik, dan lain sebagainya,” jelas Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum.

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menuturkan, Korlantas Polri mengedepankan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Teknologi seperti ETLE drone, radar traffic counting, hingga command center dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.

“Operasi ketupat memang harus aman, selamat, tertib, dan lancar. Dengan teknologi, dengan infrastruktur yang kita siapkan, di samping proyeksi mobilitas, termasuk juga bagaimana kita memutuskan manajemen lalu lintas itu menggunakan teknologi digital, baik itu ETLE drone, baik itu radar yang bisa menghitung traffic counting, termasuk command center yang bisa memantau arus lalu lintas,” lanjut Kakorlantas Polri.

Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. juga mengungkapkan, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada periode mudik tahun 2026 mencapai 3,5 juta kendaraan, di mana angka yang sangat tinggi, sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat berbasis data.

“Ketika proyeksi kendaraan 3,5 juta, dan tahun ini puncak arus tertinggi sepanjang sejarah. Satu hari itu 270.315 kendaraan yang meninggalkan ke Jakarta. Tahun lalu hanya 258 ribu kendaraan. Jadi ada peningkatan 4,62%. Ini arus mudiknya. Arus balik juga demikian. Ini arus balik tertinggi sepanjang sejarah. Sejumlah 256.338. Tahun lalu 223 ribu kendaraan. Jadi ada peningkatan arus 14,60%,” ungkap Kakorlantas Polri.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2025 menjadi dasar untuk peningkatan di tahun 2026, dengan penekanan pada penggunaan teknologi dan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kita mengevaluasi tahun 2025 operasi ketupat itu berhasil dan bagaimana tahun 2026 harus kita tingkatkan di samping traffic management policing tadi ada data driven management kita juga menggunakan teknologi di samping teknologi kami juga mengendepankan program polantas menyapa dan melayani,” tambah Kakorlantas Polri.

Polri juga memastikan kehadirannya tidak hanya sebatas pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Kakorlantas menekankan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita pastikan polri hadir bukan hanya mengatur lalu lintas tetapi memastikan bahwa perjalanan bahagia selamat sampai tujuan. Itu bagian daripada operasi ketupat itu operasi kemanusiaan jadi yang paling terpenting adalah melayani, melindungi, mengayomi, dan bahkan kami selalu membersamai dalam perjalanan,” pungkas Kakorlantas Polri.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *