Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id — Bukan sekadar mengejar nilai rapor. SMPN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan membuktikan bahwa pendidikan karakter yang konsisten dapat berjalan beriringan dengan prestasi akademik dan nonakademik.
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, sekolah tersebut justru menunjukkan hasil nyata. Salah satu siswa berhasil menembus seleksi hingga dipercaya mewakili Kabupaten Pekalongan dalam Jambore Nasional XII di Cibubur.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembentukan karakter tidak berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi dapat menjadi fondasi lahirnya prestasi di tingkat nasional.
Plt Kepala SMPN 1 Wiradesa, M. Syukron Ni’am, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendidikan karakter di sekolahnya diterapkan secara terintegrasi dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, kerja sama, dan kemandirian ditanamkan melalui mata pelajaran, kegiatan kokurikuler, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
> “Prestasi dan karakter adalah dua hal yang perlu diperjuangkan bersama, tidak bisa datang begitu saja. Oleh karena itu, berbagai gangguan dan godaan perlu diminimalisir agar fokus belajar siswa tetap terjaga,” ungkap M. Syukron Ni’am, Senin (17/8/2026).
Pramuka Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Salah satu program yang menjadi wadah kuat dalam pembentukan karakter siswa adalah kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.
Melalui Pramuka, siswa tidak hanya mendapatkan keterampilan kepramukaan. Mereka juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, berani mengambil keputusan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut akhirnya membuahkan prestasi membanggakan.
Salah satunya ditorehkan oleh Berry Arulitra, siswa SMPN 1 Wiradesa yang berhasil melewati proses seleksi dan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kabupaten Pekalongan dalam Jambore Nasional XII yang digelar di Cibubur.
Keberhasilan Berry menjadi salah satu catatan penting bagi SMPN 1 Wiradesa. Pasalnya, prestasi tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan, latihan, kedisiplinan, serta dukungan lingkungan sekolah.
Karakter dan Prestasi Harus Berjalan Bersamaan
Menurut M. Syukron Ni’am, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu menjaga siswa tetap fokus terhadap proses pendidikan.
Karena itu, pembinaan siswa tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana mereka memiliki karakter kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di luar sekolah.
Di era ketika informasi dan hiburan digital dapat diakses dengan mudah, sekolah dituntut mampu memberikan ruang positif bagi siswa untuk berkembang.
Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler menjadi salah satu sarana untuk mengarahkan energi serta potensi siswa ke aktivitas yang produktif.
“Pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang diperoleh siswa, tetapi juga tentang bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter dan mampu bertanggung jawab,” demikian semangat yang terus dibangun di SMPN 1 Wiradesa.
Prestasi Berry di Jambore Nasional XII pun diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar berani mengembangkan potensi, aktif mengikuti kegiatan positif, serta tidak takut bermimpi meraih prestasi lebih tinggi.
SMPN 1 Wiradesa kini menunjukkan bahwa karakter bukan penghambat prestasi, melainkan fondasi untuk melahirkan generasi berprestasi yang memiliki integritas.
Dari Wiradesa, langkah seorang siswa menuju panggung nasional menjadi bukti bahwa ketika pendidikan karakter, kedisiplinan, dan kesempatan dipadukan, prestasi besar bukan lagi sekadar impian.
Kermit







