Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Sekitar 100 relawan lintas sektor dan organisasi menggelar aksi bersih-bersih lingkungan banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu difokuskan pada pembersihan selokan dan saluran irigasi di sekitar Posko Tanggap Darurat Desa Mulyorejo sebagai langkah awal percepatan pemulihan lingkungan perairan.
Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP), TNI–Polri, NU Peduli, SMK 3 Kota Pekalongan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 4 (CDK 4), aktivis Mangrove Mulyo Asri, Aktivis Kamisan Pekalongan, Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup, serta masyarakat setempat.
Koordinator Umum LKPP, Handono Warih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiasi pembersihan lingkungan terdampak banjir, khususnya di wilayah hilir perairan Kabupaten Pekalongan. Ia menekankan pentingnya melakukan pembersihan sejak dini, meski kondisi air masih relatif tinggi.
“Kalau tidak dibantu dari awal, saat air sudah surut nanti justru akan jauh lebih sulit. Karena itu kami fokus membersihkan selokan dan saluran irigasi agar nantinya bisa kembali berfungsi normal,” ujar Handono.
Menurutnya, kelancaran saluran air menjadi faktor penting agar sektor pertanian dan perikanan warga tidak terganggu akibat tumpukan sampah pascabanjir. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung penegakan peraturan daerah tentang irigasi.
“Saluran primer, sekunder, dan tersier tidak boleh ditutup atau dihalangi benda apa pun karena sangat rawan menyebabkan penyumbatan dan memperparah banjir,” tegasnya.
Handono menambahkan, keterlibatan relawan dari berbagai elemen ini bersifat inisiasi dan motivasi, bukan untuk membersihkan seluruh wilayah terdampak. Keterbatasan tenaga dan waktu menjadi alasan utama kegiatan ini lebih diarahkan sebagai contoh nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa melanjutkan secara mandiri. Intinya adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan, apalagi pascabanjir yang rawan memicu penyakit seperti DBD, tipes, kolera, hingga infeksi bakteri pencernaan seperti Salmonella dan E. Coli,” jelasnya.
Ia pun berharap genangan air segera surut dan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga risiko bencana dan penyakit dapat diminimalkan.
“Mohon maaf apabila selama kami berkolaborasi di sini terdapat kekurangan atau salah kata. Kami menyadari bahwa kami hanyalah manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan. Dan apabila masih ada kekurangan informasi, nanti bisa ditindaklanjuti di kesempatan berikutnya.” Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala CDK Wilayah 4, Gunawan, mengatakan kegiatan Jumat Bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak banjir, khususnya dalam membersihkan selokan yang tertutup sampah.
Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara berkelanjutan, mulai dari penanaman di wilayah hulu, tengah, hingga hilir, termasuk penanaman mangrove. Selain itu, CDK Wilayah 4 bersama Dharma Wanita turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati kepada warga Desa Mulyorejo.
“Upaya pencegahan banjir harus dilakukan bersama, mulai dari penanaman di wilayah hulu, tengah, hingga hilir. Di daerah hilir, penanaman mangrove dan kegiatan lingkungan lainnya sangat penting,” tutur Gunawan.
Kermit







