ASKAB Berganti Nama, Rinto Subekti: PSSI Karanganyar Segera Lakukan Penyesuaian Struktur Organisasi

Rinto Subekti selaku Ketua Askab PSSI Karanganyar periode 2024–2029

Karanganyar – Keluarga besar sepak bola Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang dirangkai dengan sarasehan membahas perkembangan sepak bola daerah. Dalam forum tersebut juga disampaikan sejumlah kebijakan baru organisasi sepak bola nasional, termasuk perubahan nomenklatur organisasi di daerah.

Ketua Askab PSSI Karanganyar periode 2024–2029, Rinto Subekti, menjelaskan bahwa sesuai kebijakan terbaru, nama Askab PSSI Karanganyar akan berubah menjadi PSSI Karanganyar. Perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi sepak bola yang berlaku secara nasional.

“Ke depan tidak ada lagi istilah ASKAB di tingkat kabupaten. Semua menggunakan satu nama organisasi, yaitu PSSI. Jadi nantinya menjadi PSSI Karanganyar,” ujar Rinto Subekti saat sarasehan yang digelar dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar sepak bola Karanganyar di Ruang Paripurna Gedung DPRD Karanganyar, Selasa (10/3/2026).

Selain perubahan nama organisasi, sejumlah penyesuaian juga terjadi dalam struktur kepengurusan. Salah satu perubahan penting adalah dihapusnya struktur EXCO (Executive Committee) di berbagai tingkatan organisasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Menurut Rinto, kebijakan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pengurus PSSI Karanganyar dengan melakukan reorganisasi kepengurusan agar selaras dengan struktur organisasi terbaru dari PSSI.

“Kami dalam waktu dekat akan melakukan reorganisasi kepengurusan untuk menyesuaikan dengan kebijakan terbaru dari PSSI di tingkat nasional,” jelasnya.

Perubahan lainnya juga menyangkut sistem regulasi organisasi. Jika sebelumnya setiap daerah memiliki statuta organisasi masing-masing, kini seluruh organisasi sepak bola di daerah wajib mengacu pada satu statuta nasional milik PSSI.

“Sekarang tidak ada lagi statuta di tingkat kabupaten maupun provinsi. Semua mengacu pada satu statuta PSSI sebagai dasar aturan organisasi,” tambahnya.

Dalam forum sarasehan tersebut, Rinto Subekti juga menyampaikan evaluasi perjalanan Persika Karanganyar dalam kompetisi musim sebelumnya. Ia mengakui tim belum berhasil mencapai target promosi ke Liga 2.

“Atas nama manajemen Persika kami mohon maaf kepada masyarakat Karanganyar karena belum berhasil membawa Persika naik ke Liga 2. Namun evaluasi sudah kami lakukan dan ini menjadi bahan penting untuk mempersiapkan tim ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi bekal dalam mempersiapkan Persika menghadapi kompetisi mendatang, termasuk target untuk tampil lebih siap pada musim kompetisi 2027.

Selain membahas evaluasi tim, PSSI Karanganyar juga merencanakan penyelenggaraan kompetisi sepak bola tingkat daerah melalui Liga PSSI Karanganyar yang rencananya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Kompetisi tersebut nantinya akan dikemas dengan nama Piala Bupati Karanganyar dan diproyeksikan diikuti sekitar 91 klub sepak bola dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar.

“Liga PSSI Karanganyar nanti akan diikuti 91 klub yang terbagi dalam tiga divisi, yaitu Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua,” jelas Rinto.

Selain kompetisi klub senior, pembinaan pemain usia dini juga menjadi perhatian serius PSSI Karanganyar. Untuk itu pihaknya juga merencanakan kompetisi khusus Sekolah Sepak Bola (SSB) yang akan diikuti kelompok umur U-10, U-11, dan U-13.

Kompetisi usia dini tersebut juga akan dikemas dalam ajang Piala Bupati SSB PSSI Karanganyar.

Rinto berharap dari kompetisi tersebut akan lahir talenta-talenta muda sepak bola Karanganyar yang dapat memperkuat Persika di masa depan.

“Kami berharap dari kompetisi ini akan muncul pemain-pemain muda berbakat dari Karanganyar yang nantinya bisa memperkuat Persika,” katanya.

Selain itu, PSSI Karanganyar juga tengah mempersiapkan tim sepak bola daerah yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Menurut Rinto, pasca Lebaran tim sepak bola Porprov Karanganyar akan menjalani pemusatan latihan (training center) yang difasilitasi oleh KONI Karanganyar.

“Kami menargetkan sepak bola Karanganyar bisa meraih juara di tingkat provinsi pada Porprov nanti,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah pembinaan tersebut, PSSI Karanganyar berharap perkembangan sepak bola di daerah dapat terus meningkat sekaligus melahirkan prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *