Atap Gedung Senilai Rp3,6 M di SMAN 3 Kota Pekalongan Ambruk, Baru Tiga Bulan Diserahterimakan

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Proyek revitalisasi senilai Rp3,6 miliar di SMA Negeri 3 Kota Pekalongan menuai sorotan setelah atap ruang perpustakaan dan toilet tiba-tiba roboh, padahal bangunan baru saja diserahterimakan pada November 2025 dan masih dalam masa pemeliharaan.

Peristiwa terjadi pada Jumat (20/2) sekitar pukul 15.15 WIB. Kepala sekolah Moh Dul Salam mengaku mendengar suara keras saat berada di ruangannya.

Bacaan Lainnya

“Saya sedang berdiskusi terkait persuratan, tiba-tiba terdengar suara keras. Setelah saya keluar, ternyata atap ruang perpustakaan dan toilet roboh,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dul Salam langsung memastikan tidak ada warga sekolah yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Proyek Baru, Sudah Ambruk
Gedung yang dibangun melalui program revitalisasi secara swakelola itu diketahui baru diserahterimakan pada 20 November 2025 saat pekerjaan hampir rampung dan memasuki tahap finishing. Fakta bahwa bangunan baru seumur jagung sudah mengalami kerusakan struktural memicu tanda tanya besar soal kualitas pengerjaan.

Pihak sekolah mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut kepada atasan dan berkoordinasi dengan kepala sekolah sebelumnya serta tim teknis untuk penanganan lebih lanjut.

Dugaan Penyimpangan Spesifikasi

Dul Salam mengungkap dugaan adanya perubahan spesifikasi material atap. Dia menyebut atap yang seharusnya menggunakan galvalum diduga diganti dengan genteng press atas permintaan salah seorang guru agar tampilan seragam dengan bangunan sekitar.

“Saya minta dilakukan analisa objektif untuk mengetahui penyebabnya dan perbaikan menyeluruh karena berdampak pada ruang lain,” tegasnya.

Aktivitas Belajar Terganggu

Akibat insiden ini, sebagian siswa terpaksa menjalani pembelajaran secara daring sementara waktu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada petugas teknis yang terlihat melakukan pemeriksaan di lokasi.

Kasus ini berpotensi menjadi perhatian publik mengingat nilai proyek yang besar namun diduga tidak diimbangi dengan kualitas konstruksi yang memadai. Hasil investigasi teknis kini ditunggu untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya atap tersebut.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *