Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Magelang bersama OPD terkait dan Perwakilan Organisasi Politik dan Organisasi Kemasyarakatan Se Kota Magelang Menggelar Forum Grup Discusion (FGD) Dalam rangka membuat rencana kerja untuk tahun 2027, di Aula Kesbangpol, Rabu (25/02/2026) Jam 08.30 sampai 11.30.
Acara dibuka dengan Do’a dan Kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti dwngan penuh semangat oleh seluruh peserta FGD.
Dalam sambutan dan dilanjutkan paparan materi pengantar yang disampaikan Kepala Bakesbangpol kota magelang, Agus Satiyo Hariadi, M.Si menyampaikan, bahwa tujuan diadakan FGD ini adalah mengajak seluruh stake holder baik OPD maupun seluruh ormas dan orpol sekaligus mengakomodir kepentingan yang tentunya disesuaikan dwngan nomenklatur yang sudah ditetapkan sesuai tupoksi Bakesbangpol, Tegasnya. Adapun tema FGD kali ini adalah Penguatan SDM dan Daya Saing Ekonomi Kota yang Inklusif.
Kabid 2, Tri Supriyanto, menambahkan tentang Tupoksi Kesbangpol sesuai Permen no 11, ada 7 tupoksi khususnya untuk bidang 2 adalah poin 6 dan 7, yaitu yang verkaitan dengan peningkatan kewaspadaan nasional, oleh karena itu sebagai tindak lanjut saat ini kesbangpol sedang mengadakan survey tentang kewaspadaan daerah yang akan menjadi masukan untuk langkah-langkah penaganan dan antisipasi kewaspadaan nasioanal dan daerah kota magelang.
” Kami mohon partisipasi dari seluruh ormas, orpol dan opd terkait survey kewaspadaan daerah yang sedang kamijalankan”. tutup Tri.
Diskusi berjalan cukup lancar dan hidup karena hampir dari mayoritas perwakilan opd dan orpol maupun ormas turut menanggapi dan menyampaikan usulanya, diantaranya dari Bawaslu menyampaikan tahapan-tahapan sosialisasi menuju pemilu harus sudah dimulai dari 2026-2027 mengingat begitu pelik dan panjangnya tahapan yang harus dilalui dengan teliti sehingga ada perbaikan pada pemilu mendatang, ia juga menyampaikan perlu kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dengan Kesbangpol maupun ormas atau orpol dari sejak tahapan soaialisasi sehingga lebih efektif. Pungkasnya.
Dari Sisi Budi Pekerti, Susilo Anggoro mengingatkan bahwa saat ini terjadi degradasi nilai akhlak yaitu sejak dihapuskannya pendidikan budi pekerti di kurikulum sekolah sekitar tahun 80 an , ditambah serangan informasi teknologi berupa telepon genggam yang ternyata lebih melekat dengan anak-anak kita sehingga lebih mudah terpengaruh oleh budaya yang banyak tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, ini sdh bersifat nasional bahkan global sehingga kita merasa bingung untuk mengatasinya mulai dari mana….paparnya..
Kepala Bakesbangpol juga mengingatkan Kita harus tetap optimis dan terus berusaha membenahi bangsa ini dari mulai skala kota magelang semoga Tuhan akan memverikan solusi dan pertolongan bagi bangsa kita ini.
Memang saat ini indikasinya cukup jelas , ada upaya-upaya yang menurunkan nasionalisme, nilai budi pekerti yang sepertinya dilakukan oleh asing yang ingin tetap menguasai bangsa yang besar dan kaya ini dengan cara yang berbeda tapi justru lebih berbahaya karena tidak terasa secara fisik sehingga kita tidak waspada, contohnya ada yang berusaha menutupi lagu kebangsaan Indobesia Raya yang utuh itu ternyata 3 Stanza, sementara saat ini yang dikenal hanya 1 saja, padahal ada nilai-nilai sakral pada stanza 2 dan 3 yang juatru kita tidak kenal saat ini.
“Maka dari itu kami berencana menghidupkan kembali Indonesia Raya 3 Stanza dwngan diadakannya lomba untuk tiap-tiap sekolah misalnya” papar Agus.
Acara ditutup dengan penanda tanganan hasil FGD oleh perwakilan pelaksana yaitu dari FKUB, FPK dan FKDM dan Kepala Bakesbangpol.
Nurul Abadi







