Biawak, Polisi Lingkungan yang Perlu Dilestarikan

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Perburuan biawak masih terjadi di sejumlah wilayah di tanah air, padahal tindakan ini bila berlanjut sama halnya menanam bom waktu untuk keselamatan manusia. Mengapa perburuan binatang melata ini perlu dihentikan dan penting untuk melestarikannya?

Biawak (Varanus salvator atau biawak air) sering kali dianggap sebagai hama oleh sebagian orang, padahal mereka memiliki peran ekologis yang sangat vital sebagai “polisi lingkungan”. Karena binatang ini berperan penting dalam mengendalikan populasi ular berbisa, seperti ular tanah (Rhodostoma) atau kobra.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah beberapa peran utama biawak dalam menekan populasi ular berbisa:
1. Sebagai Predator Puncak yang Tangguh
Biawak adalah salah satu predator alami utama bagi berbagai jenis ular. Mereka memiliki keunggulan fisik yang membuat mereka mampu menghadapi ular berbisa, yaitu:
– Kekebalan Alami: Biawak memiliki tingkat resistensi (kekebalan) tertentu terhadap beberapa jenis racun ular. Kulit mereka yang tebal dan bersisik keras juga berfungsi sebagai perisai dari gigitan taring ular.
– Teknik Berburu: Biawak dikenal sangat gesit. Mereka sering menyerang kepala ular terlebih dahulu atau mengguncang tubuh ular dengan kuat hingga tulang belakangnya patah.

2. Memangsa Telur dan Anakan Ular
Biawak adalah hewan oportunis dengan indra penciuman yang sangat tajam (menggunakan lidah bercabang).
– Pencari Sarang: Biawak sering menemukan sarang ular dan memakan seluruh isinya, baik itu telur maupun anakan ular yang baru menetas.
– Dampak: Dengan memakan telur, biawak memutus siklus hidup ular berbisa sebelum mereka sempat tumbuh dewasa dan membahayakan manusia.

3. Kompetisi Makanan (Niche Overlap)
Biawak dan ular berbisa sering kali berbagi sumber makanan yang sama, seperti tikus, katak, dan burung kecil.
– Persaingan Sumber Daya: Kehadiran biawak yang sehat di suatu ekosistem berarti persaingan makanan bagi ular menjadi lebih ketat.
– Pengendalian Tikus: Dengan populasi biawak yang terjaga, jumlah tikus (makanan utama ular) akan berkurang. Sehingga lingkungan tersebut menjadi kurang menarik bagi ular berbisa untuk tinggal.

4. Menjaga Keseimbangan Ekosistem Permukiman
Di lingkungan yang dekat dengan manusia (seperti area selokan atau kebun), biawak berfungsi sebagai bio-kontrol:
– Jika biawak di suatu area dibasmi habis, biasanya akan terjadi lonjakan populasi ular karena hilangnya predator alami mereka.
– Biawak membantu memastikan bahwa tidak ada satu spesies (termasuk ular berbisa) yang mendominasi suatu wilayah secara berlebihan.

Jadi kesimpulannya, menjaga keberadaan biawak di lingkungan sekitar sebenarnya adalah cara alami yang paling efektif dan murah untuk mencegah ledakan populasi ular berbisa. Selama biawak tidak mengganggu ternak secara langsung, keberadaan mereka sangat menguntungkan bagi keamanan lingkungan dari ancaman ular.

Sekedar diketahui, beberapa fakta penting tentang reproduksi ular:
1. Musim Menetas
Di Indonesia, puncak musim menetasnya telur ular (terutama Kobra) biasanya terjadi pada awal musim hujan (November–Januari).
2. Kemandirian Sejak Lahir
Begitu menetas atau lahir, anak ular sudah memiliki insting berburu dan kelenjar bisa yang berfungsi penuh. Mereka langsung mandiri dan menyebar tanpa perlindungan induk lagi (kecuali jenis tertentu seperti Piton yang mengerami telurnya).
3. Jumlah keturunan ular sangat bervariasi tergantung pada spesies, ukuran induk, dan ketersediaan makanan. Namun secara umum, rata-ratanya:
– Ular Tanah (Rhodostoma), bertelur (Ovipar) 8 – 30 butir
– Ular Kobra Jawa, bertelur (Ovipar) 10 – 20 butir.
– Ular King Kobra, bertelur (Ovipar) 20 – 50 butir.
– Ular Piton/Sanca, bertelur (Ovipar) 15 – 100+ butir (tergantung ukuran tubuh), dan
– Ular Hijau Ekor Merah, bertelur-melahirkan (Ovovivipar) 5 – 15 ekor.

Melihat perkembangbiakan ular di atas, maka perlu pengendali populasi ular. Sala satunya dengan tidak membutuhkan biasanya dan tetap melestarikannya.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *