Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumber atau hulu guna menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, Kamis (2/4/2026) menjelaskan, pemerintah daerah telah menerbitkan sejumlah perangkat kebijakan untuk mendukung pengelolaan sampah, di antaranya Surat Edaran Bupati tentang program Sampah Tuntas di Desa serta gerakan Karanganyar Asri sebagai tindak lanjut dari Gerakan Indonesia Asri.
“Dari dinas, kita sudah banyak perangkat hukum yang dikeluarkan Pak Bupati, salah satunya SE Sampah Tuntas di Desa dan juga Karanganyar Asri sebagai tindak lanjut dari Gerakan Indonesia Asri,”jelasnya.
Sunarno mengatakan, kebijakan tersebut mendorong seluruh desa, kantor pemerintahan, hingga unit pelayanan daerah untuk membentuk bank sampah di wilayah masing-masing. Langkah ini bertujuan agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan sejak dari sumbernya.
“Sekarang semua desa, kantor, dan OPD sudah bergerak membentuk bank sampah di tempatnya masing-masing sehingga sampah bisa dituntaskan dari hulu,”jelasnya.
Menurut Sunarno, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejak Agustus 2025, volume sampah yang masuk ke TPA berhasil ditekan secara signifikan.“Awalnya sampah yang masuk ke TPA sekitar 150 ton per hari, sekarang bisa kita tekan menjadi sekitar 100 ton per hari,”ujarnya.
Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah dalam pengelolaan sampah di Karanganyar. Dengan adanya fasilitas pengolahan seperti Refuse Derived Fuel (RDF), DLH saat ini baru mampu mengolah sekitar 25 ton sampah per hari.
Artinya, masih terdapat sekitar 50 ton sampah yang perlu ditangani melalui berbagai upaya pengurangan dari sumber.
“PR kita masih sekitar 50 ton. Karena itu kita tetap fokus menyelesaikan dari hulu. Kalau tidak dari hulu, nanti kita akan kewalahan di hilir,”ungkapnya.
Terkait operasional fasilitas RDF, Sunarno mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah serta Bupati Karanganyar terkait dukungan anggaran operasional.
Ia berharap pada pertengahan tahun ini sudah tersedia anggaran yang diperlukan, baik untuk kebutuhan sumber daya manusia maupun operasional pengelolaan.
“Kami sudah komunikasi dengan Pak Sekda selaku ketua Banggar dan juga Pak Bupati. Harapannya pertengahan tahun ini sudah bisa mendapat anggaran untuk operasional, baik SDM maupun kebutuhan lainnya,”tandasnya.
Iwan







