KARANGANYAR – Program Dapur Marhaen yang digagas DPC PDI Perjuangan Karanganyar resmi diluncurkan sebagai bagian dari gerakan sosial serentak di Jawa Tengah.
Program ini hadir sebagai solusi konkret untuk menjawab dua kebutuhan dasar masyarakat, yakni pangan dan kesehatan. Warga dapat langsung datang tanpa prosedur yang rumit untuk menikmati makanan gratis sekaligus mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Dapur Marhaen merupakan bagian dari instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang dilaksanakan di 35 kabupaten/kota, dengan tujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Selain menyediakan makanan siap saji dengan standar gizi yang baik, program ini juga menghadirkan layanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, hingga konsultasi medis secara gratis.
Program ini terbuka untuk semua kalangan tanpa terkecuali, namun secara khusus menyasar kelompok masyarakat kecil seperti pedagang kaki lima, tukang becak, pekerja informal, hingga warga kurang mampu.
Video : KabarterkininewsTV Karanganyar
Dalam setiap pelaksanaannya, ribuan porsi makanan disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat. Bahkan secara keseluruhan di Jawa Tengah, program ini mampu menyediakan sekitar 17.500 porsi makanan di berbagai titik pelaksanaan.
Menariknya, sistem penyajian dilakukan secara prasmanan, sehingga masyarakat dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan, menciptakan suasana kebersamaan dan gotong royong.
Tak hanya berhenti pada kegiatan sosial, Dapur Marhaen juga menjadi upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan “wong cilik” yang menjadi filosofi dasar perjuangan kerakyatan.
Program ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap tanggal 10 di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Karanganyar.
Melalui Dapur Marhaen, PDI Perjuangan Karanganyar berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial, sehingga kehadiran program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang sebagai gerakan sosial berkelanjutan.
Heru Warsito







