Drama Pemukulan Siswi SMP 11 Kupang, Wali Kota Seorang Pemimpin Bijak Yang Ditantang Bawahannya Sendiri

Kupang, Drama pemukulan yang dilakukan Warmansyah Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang, semakin panjang. setelah beredar informasi bahwa Warmansyah akan dinonaktifkan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kini muncul pernyataan kontroversial dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumul Djami yang memperingatkan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Jika sampai sang Wali Kota mencopot Warmansyah secara tidak prosedural dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SMPN 11 Kupang, maka Wali Kota harus bersiap menghadapi gugatan hukum dari pengacara yang berasal dari Semarang dan Jakarta. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Baca Juga

Dumul mengatakan ia menerima pesan dari orang yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengatakan jika kewenangan pencopotan atau pemberhentian memang adalah kewenangan Wali Kota Kupang, Christian Widodo, namun jika melanggar dasar hukum maka mereka akan menggugat Wali Kota Kupang.

” Saya dipesankan oleh orang yang tidak mau disebutkan namanya kalau mau melakukan pencopotan atau pemberhentian itu kewenangan Wali Kota Kupang, tetapi sebagai warga negara kami juga akan melihat prosesnya, akan melihat dasar- dasar hukumnya, kalau melanggar proses dan dasar hukum sebagai warga negara mereka akan menggugat itu pesan dari seroang pengacara di Semarang dan di Jakarta,” ucap Dumul.

Pernyataan bernada ancaman dari Dumul Djami ini sontak menimbulkan pertanyaan ada apa dibalik ini semua sehingga sang Kadis terkesan pasang badan untuk Warmansyah Kepala Sekolah SMP 11 Kota Kupang yang notabene sudah melakukan kesalahan, dengan memukul muridnya?.

Publik dibuat semakin heran ketika sang Kadis mengatakan bahwa perbuatan Warmansyah menganiaya 9 siswanya ‘hanya’ masuk kategori pelanggaran ringan bukan berat, menurut Dumul perbuatan Warmansyah masuk kategori pelanggaran berat jika muridnya mengalami cacat permanen atau cacat sementara atau ada luka robek di bagian tubuhnya.

” Perbuatan Kepsek SMPN 11 Kota Kupang itu masuk kategori pelanggaran ringan, pelanggaran berat jika pemukulan itu mengakibatkan cacat permanen atau cacat sementara, seperti kaki atau tangan yang patah ataupun luka robek sehingga ada jahitan, jadi kalau seperti kemarin ya masuk pelanggaran ringan, belum bisa ditarik ke dinas dan ditunjuk Plh,” ujar Dumul via kanal tiktok sebuah media swasta.

Tak ayal pernyataan Dumul Djami ini memantik reaksi keras masyarakat terutama keluarga korban pemukulan Kepsek Warmansyah.

Leo Tefi, ayah dari siswi Elisa Tefi mengatakan sangat marah dan kecewa atas pernyataan sang Kadis, ia menganggap baik Kadis Dumul Djami, Kabid Okto Naitboho dan Kepsek Warmansyah tidak punya niat tulus dan hanya ingin membela Warmansyah supaya tidak turun dari kursi empuknya sebagai kepala sekolah.

” Aduh dia bilang ini pelanggara ringan? ini sangat melukai hati kami, Kadis tidak bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang di derita oleh korban, dalam arti anak dan orang tua, mereka tiga ( Dumul,Okto, Warmansyah_red) mau urus secara kekeluargaan bukan karena tulus tapi supaya kursi Warmansyah aman sebagai kepala sekolah, saya dan orang tua lain menyesal sudah cabut laporan polisi,” ujarnya via seluler.

Adapun sejak minggu lalu Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan akan menindak tegas bawahannya yang melakukan kesalahan, apalagi seorang kepala sekolah yang harusnya menjadikan lingkungan sekolah sebagai Sekolah Ramah Anak malah menjadi eksekutor bagi anak didiknya sendiri.

” Kalau itu ( pemukulan_red) benar terjadi harus kita tertibkan, harus diberikan sanksi disiplin, saya tidak ada pandang bulu, saya tidak mau bela kalau saya punya kepala sekolah salah, saya yang duluan akan menertibkan kepala sekolahnya dan harus diberi hukuman,” tegas Wali Kota saat ditemui di rumah jabatan, Jumat (22/08/2025) lalu.

Apa yang dilakukan Wali Kota Kupang menunjukkan sifat pemimpin sejati dan biaksana, dimana ia memberikan reward and punishment bagi bawahannya secara objektif namun sangat disayangkan justru kebijaksanaan tersebut justru ditantang oleh bawahannya sendiri, bahkan sang bawahan berani mengancam pemimpinnya Wali Kota Kupang.

Kini masyarakat menunggu bagaimana reaksi Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyikapi permasalahan ini.

Rudy

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *