Fadli Zon Siap!! Jika SK Plt Keraton Diprotes dan Terancam Digugat

Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – SK pelaksana tugas Keraton Solo oleh Menteri Kebudayaan telah diserahkan. Hal tersebut membuat Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI diprotes pendukung PB XIV Purbaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada wartawan di saat meresmikan pengembangan situs candi Plaosan tahap I di Kompleks Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu (21/01) malam, Menegaskan, Surat Keputusan (SK) sangat transparan, jika ada pihak yang tidak menerima hasil putusan, dan akan mengajukan gugatan, kementerian kebudayaan siap untuk menghadapinya.

Bacaan Lainnya

” SKnya sangat transparan, jadi kita siap kalau ada layangan itu (gugatan). Karena kita sudah melalui kajian cukup panjang terutama tentang penunjukan penanggungjawab situs cagar budaya itu,” Tegasnya.

Menurut Fadli, Pemerintah ingin ada continyuity, terutama terkait dana – dana hibah. Pemerintah ingin dana – dana hibah dari pemerintah kota, provinsi maupun pusat ada penanggungjawabnya.

“Pemerintah ingin dana – dana hibah dari pemerintah kota, provinsi maupun pusat ada penanggung jawabnya. Pemerintah tidak ingin dana hibah itu kemudian tidak bisa dipertanggung jawabkan, untuk itulah kita menunjuk perwakilan pemerintah pusat,” Tuturnya.

Dijelaskan Fadli, Pihak – pihak yang mewakili, tapi ada pihak yang tidak hadir. Jika nanti dibiarkan dibilang negara tidak hadir, dan pemerintah tidak peduli,”

“Dan sudah kita undang pada waktu itu Pihak – pihak yang mewakili, tapi ada pihak yang tidak hadir. Kita kan ingin negara ini hadir, kalau nanti dibiarkan dibilang negara tidak hadir, dan pemerintah tidak peduli,” Ungkapnya.

Fadli berharap, Tedjo Wulan bisa memfasilitasi musyawarah untuk mencapai mufakat. Jadi itu (suksesi) bukan domainnya Pemerintah, meskipun dalam sejarahnya pemerintah terdahulu.

“Kita berharap panembahan Tedjo Wulan bisa memfasilitasi musyawarah untuk mencapai mufakat. Jadi itu (suksesi) bukan domainnya pemerintah, meskipun dalam sejarahnya pemerintah Belanda itu menentukan bahkan zaman presiden Soekarno itu menunjuk, kalau kita tidak tunjuk, siapa yang bertanggungjawab,” Pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas Keraton Solo kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan. Putri tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay, melancarkan aksi protes hingga nekat naik ke atas mimbar.
Dilansir detikJateng, Minggu (18/01), pihak pendukung PB XIV Purbaya hadir saat Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan sambutan. Usai sambutan Wali Kota, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Sesaat setelah sambutan berakhir, GKR Panembahan Timoer Rumbay naik ke mimbar untuk melayangkan protes, namun saat ia mulai berbicara, mikrofon dimatikan. Di samping GKR Timoer Rumbay, hadir pula Permaisuri GKR Paku Buwono, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *