Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( FKIK-UMY ) menggelar kegiatan pemberdayaan bersama warga sekolah menengah pertama di SMPN 5 Yogyakarta berupa penyuluhan dan pelatihan praktis. Bertempat di laboratorium serbaguna SMPN 5 YK, 40 siswa dan pendamping siswa ikut dalam acara yang digelar pada Jumat ( 27/2/2026 )
Ada tiga materi utama yang disampaikan dalam acara pemberdayaan ini yaitu meliputi materi penanganan awal luka dan cidera yang disampaikan oleh dr. Fadli Robby Amsriza, MMR, Sp.B, Materi kedua berupa penanganan kegawatdaruratan dan epistaksis atau mimisan di sekolaH oleh dr. Rizka Fahriani MMR, Sp.THT-KL dan materi ketiga terkait dengan tatalaksana kegawatdaruratan oleh dr. Nova Maryani MMR, Sp. An-TI dan dr Yusda Kris Sari Wijaya, Sp. An-TI.
40 siswa peserta merupakan perwakilan dari masing masing kelas 7 dan 8 yang terdiri dari dua orang kader kesehatan di setiap kelas. Selain siswa, ikut pula 4 orang pendamping siswa di Unit Kesekatan Sekolah ( UKS ). Dalam kegiatan ini para siswa mengikuti pretest dan post tes untuk melihat sejauh mana efektifitas acara.
Selain penyampaian materi ceramah para siswa juga diajak untuk mencoba praktik kemampuan dasar dari materi yang disampaikan mulai dari penangan luka lecet, memar, sobek dan terkilir. Menggunakan sarana alat peraga manekin berbahan latek para siswa terlihat antusias untuk mencoba.
Bahkan untuk materi kegawatdaruratan siswa juga diajari pengetahuan dasar Resusitasi Jantung Paru ( RJP ). Para siswa juga terlibat praktik melakukan RJP dan pemberian nafas buatan.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah SMPN 5 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti S.Pd, M.Pd BI berharap dengan kegiatan ini para siswa dapat pengetahuan yang baik sehingga lebih cepat tanggap dalam menangani kejadian kejadian kedaruratan di sekolah.
“ kami sangat berterima kasih tim UMY atas kegiatan ini, moga dengan kegiatan ini anak anak lebih cepat tanggap kejadian kegawatdaruratan menolong temannya maupun menolong dirinya sendiri,” jelasnya.
Tanggapan positif juga datang dari peserta. Salah satunya Rasya Pradipta siswa kelas 7. Menurutnya selama ini banyak hal yang mereka lakukan ternyata tidak terlalu tepat. Pengetahuan dari para narasumber memberikan banyak ilmu baru.
“selama ini kalau ada yang luka langsung saja kita bawa ke uks, jadi penangannannya menjadi kurang cepat. Setelah penyuluhan ini anak anak yang ikut akan menjadi lebih tenang menangani sehingga lebih bisa menjaga stabilitas korban. Jadi ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Rasya
Tim FKIK UMY memandang pelatihan peningkatan literasi kegawatdaruratan untuk pelajar seperti CPR/RJP, penanganan luka, tersedak, terkilir dan mimisan, ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah menghadapi kecelakaan.
Pelatihan ini membekali siswa dengan keterampilan dasar medis untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi risiko kecacatan, dan memberikan pertolongan pertama yang cepat.
Dhani irawan







