Minahasa, KabarTerkiniNews.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., hadir melihat langsung kondisi Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, Rumengkor, Kabupaten Minahasa, pada Jumat (3/4).
Ini adalah titik ketiga yang dikunjungi Kepala BNPB dalam rangkaian kegiatan peninjauan lokasi demi memastikan penanganan dampak gempabumi M 7,6 yang terjadi kemarin berjalan optimal, sekaligus memberikan rasa aman bagi jemaat yang akan beribadah.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto mengapresiasi kesigapan warga dan pihak gereja yang telah melakukan pembersihan mandiri. Ia menekankan bahwa meskipun telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
“Tadi dari BMKG sudah memberikan informasi kepada Bapak Pastor bahwa per siang ini sudah lebih 400 kali gempa susulan. Namun, BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa yang skalanya lebih besar dari gempa utama yang 7,6 Magnitudo tadi. Masyarakat silakan melaksanakan ibadah dengan tenang,” ujar Suharyanto di lokasi.
Mengingat momen ini bertepatan dengan rangkaian Pekan Suci (Jumat Agung hingga Paskah), Suharyanto memastikan bahwa kerusakan minor pada bagian atas gereja akan segera ditangani. Terkait skema perbaikan, BNPB kini tengah menunggu koordinasi teknis mengenai penetapan status kedaruratan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai dasar administrasi penyaluran bantuan pusat.
“Jika Kabupaten Minahasa menetapkan status kedaruratan, maka perbaikan gereja ini dan beberapa rumah warga yang terdampak informasinya tidak sampai 10 rumah di Kecamatan Tombolo ini akan ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan batasan kaku soal anggaran untuk pemulihan pascabencana.
Prioritas utama adalah mengembalikan fungsi aset masyarakat dan fasilitas publik secepat mungkin melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aset masyarakat maupun fasilitas publik.
“Setiap terjadi bencana, anggaran yang dibutuhkan akan didukung oleh Pemerintah Pusat. Kita tidak dibatasi, tergantung pada keadaan bencananya. Intinya kita bekerja sama untuk segera memperbaiki dan membantu masyarakat yang terdampak,” tegas Kepala BNPB.
Mengakhiri kunjungan, Kepala BNPB berharap agar fase transisi menuju pemulihan di Sulawesi Utara dapat berjalan cepat, sehingga aktivitas sosial dan ibadah masyarakat kembali normal sepenuhnya. Kepala BNPB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan berdoa agar frekuensi bencana di Indonesia semakin berkurang di masa mendatang.
KabarTerkiniNews.co.id







