Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Di sebuah sudut Dusun Trisip, Tampirwetan, Candimulyo, berdiri Gores Arts Gallery—ruang sederhana yang memancarkan denyut kreativitas tanpa henti.Minggu, (0712/,2025).
Galeri ini menjadi saksi perjalanan panjang Edy Gores, seorang perupa yang tumbuh dari keterbatasan Iilmu dan ruang ,namun tak pernah kehilangan semangat untuk terus berkarya dan menghidupkan seni di tengah masyarakat.
Edy telah menggeluti seni rupa sejak lulus dari bangku SMK. Berbekal alat yang seadanya dan ruang kerja sederhana, ia menapaki dunia seni tanpa kenal lelah.
Dorongan untuk terus belajar membuatnya berguru kepada para senior yang dengan tangan terbuka berbagi pengalaman dan ilmu. Dari proses panjang itulah lahir beragam karya yang mampu menembus pasar hingga ke mancanegara, mulai dari miniatur kapal layar, karya ketok logam, hingga relief berbahan aluminium, tembaga, dan kuningan yang dibuat sesuai selera para penikmat seni.
Seiring berjalannya waktu, fokus Edy kian mengerucut pada seni batik tulis dan batik lukis. Ia tak hanya berkarya, tetapi juga berbagi ilmu sebagai instruktur dan narasumber di berbagai kegiatan seni dan kerajinan.
Melalui Gores Arts Gallery, ia membuka wadah pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan sablon, airbrush modifikasi motor, hingga batik tulis dan batik lukis. Galeri ini bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga laboratorium kreativitas yang hidup di tengah komunitas.
“Harapan saya, ada lebih banyak pemerhati seni budaya yang melirik karya-karya kami,” ujar Edy. “Di era milenial seperti sekarang, anak-anak muda punya potensi besar. Mereka bisa menjadi ujung tombak pemasaran lewat media sosial, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi.”
Melalui karya yang orisinal dan dedikasi yang konsisten, Edy Gores terus meneguhkan langkahnya menuju UMKM mandiri. Gores Arts Gallery hadir sebagai bukti bahwa seni bukan sekadar ekspresi, tetapi juga perjalanan panjang penuh ketekunan, keberanian, dan cinta pada budaya.
Nurul Abadi







