Gurame Banyudono Laris Manis Hingga Raup Omset Puluhan juta, Berkah Nataru

Boyolali, KabarTerkiniNews.co.id  – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah tersendiri bagi petani ikan gurame di Kabupaten Boyolali. Tradisi bakar-bakar dan meningkatnya kunjungan wisata membuat permintaan ikan air tawar melonjak tajam, terutama gurame.

Seperti yang terlihat di Dukuh Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Sabtu (27/12). Sejumlah petani mulai memanen ikan gurame dari kolam-kolam budidaya untuk memenuhi pesanan pasar yang meningkat jelang pergantian tahun.

Bacaan Lainnya

Dias Ismawan, salah satu pembudidaya gurame setempat, mengaku akhir tahun menjadi salah satu periode tersibuk bagi petani ikan. Permintaan datang dari berbagai daerah, mulai dari restoran hingga kolam pemancingan. “Permintaan banyak dari Janti, Jombor, Tlatar. Rata-rata untuk kebutuhan bakar-bakar saat malam tahun baru,” ujar Dias.

Dalam satu kali panen, Dias mampu menghasilkan sekitar 600 hingga 700 kilogram ikan gurame. Dari satu kolam, terdapat sekitar 2.000 ekor ikan yang siap dipanen setelah dibudidayakan selama kurang lebih satu tahun sejak ukuran bibit.

Dengan harga jual di tingkat petani mencapai Rp31 ribu per kilogram, Dias mengantongi omset kotor antara Rp18,6 juta hingga Rp21,7 juta dalam sekali panen.

Ikan yang dipanen memiliki bobot rata-rata 5 hingga 9 ons per ekor. Gurame yang dibudidayakan merupakan jenis gurame hitam, yang dikenal memiliki daging lebih tebal, tekstur padat, serta cita rasa gurih sehingga banyak diminati restoran.

Selain kualitas dagingnya, gurame hitam juga memiliki keunggulan dari sisi budidaya. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, sehingga cukup diminati petani.

“Kalau akhir tahun ini memang lumayan ramai karena liburan dan Nataru. Biasanya nanti ramai lagi menjelang Ramadan,” tambah Dias.

Sementara itu, Bayu, salah satu pengepul ikan gurame di wilayah tersebut, menyebut lonjakan permintaan membuat volume setoran meningkat signifikan. Saat libur Nataru, ia bisa menyetor sekitar 3,5 hingga 4 kuintal ikan gurame per hari.

Bahkan saat permintaan sedang tinggi-tingginya, jumlah setoran bisa mencapai 5 hingga 6 kuintal per hari. “Kalau liburan seperti ini, kadang sampai dua mobil setoran,” jelas Bayu. Meski demikian, Bayu mengakui permintaan ikan gurame tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meski ia belum mengetahui penyebab pastinya.

Ikan gurame hasil panen dari Banyudono ini selanjutnya dipasok ke berbagai restoran di wilayah Semarang, Janti, hingga kawasan wisata Rowo Jombor, Klaten.

Bagi para petani gurame Boyolali, momen Nataru bukan hanya soal perayaan akhir tahun, tetapi juga menjadi waktu panen rezeki yang dinanti setiap tahunnya.

Taufik Irvani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *