Hari Pengayoman Ke 80, Kanwil Hukum NTT Fokus Pelayanan Hukum Maksimal bagi Masyarakat

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Kantor Wilayah Hukum Nusa Tenggara Timur menggelar apel Hari Pengayoman ke 80 yang digelar di halaman Kanwil Hukum NTT, Jumat (22/8/2025). dan sebagai inspektur upacara, Kepala Kanwil Hukum NTT, Silvester Sili Laba.

Saat membaca sambutan Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Atgas, Silvester Sili Laba juga menambahkan bahwa palayaanan bidang hukum adaptif terhadap tantangan digitalisasi, globalisasi, dan demokratisasi. Ketiga, menyongsong masa depan berarti menyiapkan hukum yang siap mengantar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga

” Tema yang kita usung tahun ini adalah menjaga Warisan Bangsa, mewujudkan Reformasi Hukum untuk Menyongsong Masa Depan, Pertama, menjaga warisan berarti memastikan hukum tetap berpijak pada Pancasila, adat, dan keadilan sosial.

Kedua, mewujudkan reformasi hukum berarti melakukan perubahan nyata agar hukum tidak ketinggalan zaman, adaptif terhadap tantangan digitalisasi, globalisasi, dan demokratisasi. Ketiga, menyongsong masa depan berarti menyiapkan hukum yang siap mengantar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.,” urai Silvester.

Dalam sambutan ini, Silvester juga membacakan Indeks Reformasi Hukum tahun 2024 mencapai nilai sempurna yaitu 100. Kementrian Hukum juga berhasil menjaga Indeks Kualitas Peraturan Perundang-undangan pada angka 3,7, yang menunjukkan adanya peningkatan konsistensi dalam harmonisasi serta pelaksanaan pembaruan regulasi.

Melalui aplikasi EHarmonisasi, ribuan rancangan regulasi kini dapat disinkronkan lintas kementerian. Melalui JDIHN, masyarakat memiliki akses langsung ke lebih dari 670 ribu dokumen hukum terbesar dalam sejarah kita.

Dalam bidang akses terhadap keadilan, capaian Kemenkum ialah 2.045 penerima bantuan hukum litigasi telah yang telah didampingi sampai ke pengadilan. 542 kelompok masyarakat menerima penyuluhan hukum, konsultasi, hingga mediasi. Dan di akar rumput, berhasil membentuk 7.212. Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan, didukung oleh 8.277 paralegal. Bayangkan, ribuan paralegal ini adalah jembatan antara rakyat kecil dan sistem hukum.

Di bidang Kekayaan Intelektual, lonjakan permohonan mencerminkan kreativitas bangsa. Hanya dalam setengah tahun 2025, tercatat lebih dari 78 ribu permohonan hak cipta, 91 ribu permohonan merek, serta ribuan permohonan paten dan desain industri. Semua ini menandakan bahwa hukum hadir untuk melindungi inovasi, ide, dan kreativitas pilar ekonomi kita di masa depan.

Dan di bidang pendidikan hukum, peresmian Kampus Pengayoman Pancasila. Kampus ini tidak hanya mendidik teknisi hukum, melainkan juga membentuk insan hukum yang berkarakter, berlandaskan Pancasila, dan memiliki daya saing global.

Rudy

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *