Jelang Libur Idul Fitri 2026, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Deputi 1) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati, S.Si., M.Si. menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 / 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Perhubungan. Pada kesempatan ini, Deputi 1 mewakili Kepala BNPB yang berhalangan karena melakukan penanganan bencana di wilayah Sumatra.

Deputi 1 menyampaikan upaya yang dilakukan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana di wilayah – wilayah yang akan dipadati oleh masyarakat dalam rangka libur lebaran.

Bacaan Lainnya

Upaya yang pertama ialah dengan memaksimalkan pemanfaatan Platform Peta Risiko Terintegrasi (InaRISK) yang dimiliki BNPB.

“Platform InaRISK sebagai instrumen pemetaan risiko bencana yang terintegrasi dengan data BMKG, Basarnas, CCTV sejumlah jalan, dan sumber informasi lainnya,” ucap Raditya.

Selain itu InaRISK, turut mengidentifikasi jalur mudik dan titik rawan bencana secara dinamis dan dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk pengambilan keputusan berbasis risiko.

Platform InaRISK dapat diakses dan diunduh dengan mudah melalui perangkat elektronik masing – masing.

BNPB pun melalui call center dengan nomor 117 yang tersedia 24 jam dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi dan melaporkan kejadian bencana saat periode lebaran nanti.

Upaya lainnya adalah dengan mengeluarkan Surat Edaran kepada gubernur, bupati dan walikota guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayahnya masing – masing selama masa libur lebaran nanti.

Adapun upaya yang ditekankan kepada pemerintah daerah yaitu, meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, kesiapsiagaan sumber daya personel dan peralatan, serta maksimalkan dukungan pada posko terpadu yang digelar untuk menunjang arus mudik dan arus balik.

BNPB akan memberikan dukungan personel dan logistik di wilayah yang berpotensi terjadi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Sejumlah personel BNPB akan diterjunkan guna memonitoring bersama pemerintah daerah setempat di posko terpadu yang disiapkan pada lebaran nanti.

Kemudian BNPB akan bekerjasama dengan instansi lainnya terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca jika diperlukan guna meminimalisir potensi bencana hidrometeorologi.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *