Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa indikator keberhasilan operasi terlihat dari penurunan angka kecelakaan dan fatalitas korban.
“Bicara data ini alhamdulillah parameter daripada salah satu keberhasilan bagaimana kita bisa menurunkan angka peristiwa kecelakaan untuk tahun 2025 waktu itu turun, bagus, ada banyak sekali apresiasi, sekarang masih bisa kita turunkan lagi jadi fatalitas korban meninggal dunia turun 30%, peristiwanya itu turun 7%,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Keberhasilan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral yang dilakukan sejak tahap perencanaan. Di mana negara hadir memastikan kelancaran dan perjalanan duta-duta pemudik.
“Diawali dari rapat koordinasi jadi evaluasi tahun 2025, kalau 2025 itu berhasil harus kita tingkatkan kuncinya adalah kolaborasi, semuanya turun, presiden turun negara hadir, kementerian lembaga, Kapolri juga mimpin langsung ke tempat-tempat lokasi sehingga kolaborasi negara hadir itu betul-betul untuk kepentingan duta-duta pemudik dan balik,” jelas Kakorlantas Polri.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Operasi Ketupat juga terjaga dengan baik, tanpa adanya kejadian menonjol. Hal ini terlihat dari turunnya fatalitas korban meninggal dunia mencapai 30%.
“Alhamdulillah dari sisi harkamtibmas juga tidak ada peristiwa yang menonjol, dari kamseltibcarlantas juga tidak ada peristiwa kecelakaan yang menonjol dan bahkan ada penurunan yang cukup signifikan fatalitas korban meninggal dunia adalah turun 30%,” ungkap Kakorlantas Polri.
Dalam menghadapi Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan prioritas penanganan, terutama dalam hal kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat.
“Kita tentunya melakukan evaluasi ketika 2025 sudah sukses jadi identifikasi hal-hal yang harus kita prioritaskan yang pertama kami harus menjaga kelancaran lalu lintas, yang kedua keselamatan adalah yang paling utama karena operasi kemanusiaan, keselamatan itu yang paling utama, yang ketiga adalah adaptivitas membuat keputusan, kapan kita akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas,” tutur Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Dukungan kebijakan pemerintah juga dinilai berperan penting dalam mengurai kepadatan arus mudik dan balik, termasuk penerapan Work From Anywhere (WFA) dan pembatasan kendaraan sumbu tiga.
“Tetapi yang bagus juga pemerintah tegas adanya WFA itu mengurai keberangkatan mudik dan balik termasuk juga ada SKB tentang kendaraan sumbu tiga dilarang selama operasi ketupat ini sangat strategis sekali. Selanjutnya adanya tol fungsional yang difungsikan pada saat arus mudik dan balik bisa memecah arus sehingga kepadatan yang cukup tinggi bisa dikelola dengan baik,” kata Kakorlantas Polri.
Kakorlantas menegaskan bahwa kesiapan personel di lapangan menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan yang tinggi. Dengan berbagai upaya tersebut, Polri optimistis pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lebih efektif, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat selama periode mudik dan balik.
“Kita selalu optimis karena tugas itu kehormatan, jadi tidak boleh capek, tidak boleh lelah, dan kita harus tau lapangan. Jadi ketika kita bicara bangkitan arus yang cukup tinggi 3,5 juta yang akan meninggalkan Jakarta baik menuju Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatra, itu kita sudah harus bisa menghitung secara manajemen traffic policing tadi, ada data driven management, jadi kita bisa menghitung,” pungkas Kakorlantas Polri.
KabarTerkiniNews.co.id







