Kecelakaan L300 vs Motor di Bangsri Karangpandan Karanganyar, Rombongan Hajatan dari Magetan Terjun ke Sawah, 14 Penumpang Selamat

Foto : Proses evakuasi melibatkan berbagai elemen relawan, di antaranya Relawan Karangpandan, Baret, Gerdu, Ngemplak, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu mengevakuasi kendaraan dari sawah. ( Foto : Heru)

Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id– Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan dua sepeda motor terjadi di Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu siang (sekitar pukul 14.00 WIB). Insiden tersebut mengakibatkan kendaraan terjun ke area persawahan di wilayah Ngumpeng, tepatnya di sebelah timur Masjid Alwadhah.

Informasi yang dihimpun dari relawan setempat, kejadian bermula dari laporan warga yang kemudian diteruskan ke jaringan relawan Karangpandan. Ade Irawan dari Relawan Karangpandan (Rendan) menyebutkan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi.

“Kami menerima laporan sekitar pukul dua siang, kemudian langsung share lokasi di grup relawan. Sejumlah relawan dari berbagai elemen langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi,” ujarnya.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Mitsubishi L300 bernomor polisi AA 1941 GE yang dikemudikan Dwi Ariyanto, warga Desa Lunge, Temanggung. Mobil tersebut diketahui mengangkut 14 penumpang.

Rombongan tersebut merupakan warga Temanggung yang baru saja menghadiri hajatan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan dalam perjalanan pulang menuju Temanggung saat kecelakaan terjadi.

Selain mobil, kecelakaan juga melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Vario bernomor polisi AD 3534 FX yang dikendarai Siti Aminah dan Neha, warga Wonolopo, Kayuapak, Tasikmadu, serta Honda Beat yang dikendarai Ariyanto bersama anaknya, Almer, yang juga berasal dari wilayah yang sama.

Berdasarkan kronologi sementara yang dihimpun relawan, kecelakaan terjadi saat sepeda motor Honda Vario tiba-tiba oleng ke kanan. Di saat bersamaan, mobil L300 yang berada di belakang berusaha menyalip. Sopir mobil yang melihat pergerakan motor ke arah kanan secara spontan membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan lebih fatal.

Namun, manuver tersebut justru menyebabkan mobil menyerempet sepeda motor sebelum akhirnya kedua kendaraan terjun ke area persawahan.

Saksi mata, Panggih, salah satu penumpang mobil, menjelaskan bahwa sopir sebenarnya sudah memberikan tanda klakson beberapa kali sebelum mencoba mendahului.

“Sudah klakson berkali-kali, tapi motor tetap ke kanan sampai melewati batas jalan. Karena tidak memungkinkan untuk rem mendadak, sopir akhirnya banting setir ke kanan,” ungkapnya.

Beruntung, seluruh 14 penumpang mobil selamat dalam kejadian tersebut. Sementara pengendara sepeda motor juga terhindar dari cedera berat karena terjatuh di sisi pinggir sawah.

Proses evakuasi melibatkan berbagai elemen relawan, di antaranya Relawan Karangpandan, Baret, Gerdu, Ngemplak, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu mengevakuasi kendaraan dari sawah.

Sementara itu, dari pihak kepolisian, Aipda Agus Irawan dari Unit Gakkum Polres Karanganyar menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Dari hasil pengecekan di rumah sakit, seluruh korban hanya mengalami luka ringan,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Temanggung untuk proses penjemputan rombongan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi sekitar, terutama saat hendak mendahului kendaraan lain.

Heru Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *