Karanganyar Kabarterkininews.co.id– Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karanganyar, Adhe Eliana, mendorong seluruh mitra pelaksana untuk memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal dalam pelaksanaan program MBG tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi dan Perencanaan MBG yang digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Kamis (9/4/2026).
Rakor ini dihadiri oleh Ketua Satgas MBG Karanganyar yang juga Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unsur TNI, pimpinan perangkat daerah, serta mitra pelaksana program.
Adhe Eliana menegaskan, penggunaan bahan pangan lokal menjadi langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Pemanfaatan bahan pangan lokal harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal di Karanganyar.
Saat ini, sebanyak 80 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kabupaten Karanganyar. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 134 SPPG hingga akhir tahun 2026.
Program MBG sendiri telah menjangkau sekitar 212.000 siswa sebagai penerima manfaat di wilayah Karanganyar.
Adhe menambahkan, pelaksanaan program MBG sejauh ini berjalan cukup baik berkat koordinasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.
“Ke depan, penguatan sinergi antar pemangku kepentingan akan terus dilakukan agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, mitra pelaksana MBG menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan tersebut, termasuk dalam penggunaan bahan pangan lokal sebagai bagian dari rantai pasok program.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama SPPG dan mitra terkait juga terus berperan aktif dalam memastikan program MBG berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap, melalui optimalisasi program dan pemanfaatan bahan lokal, MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perekono. ( Red/Her)







