Lestarikan Budaya dan Perkuat Ketahanan Pangan, Petani Milenial Klaten Gelar Tradisi Wiwitan Sebelum Panen Raya

Puluhan petani milenial di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Jawa tengah, menggelar tradisi wiwitan, diarea persawahan, guna melestarikan seni budaya dan wujud ketahanan pangan, Rabu (01/04) siang.

KLATEN Kabarterkininews.co.id (01/04/2026) – Puluhan petani milenial di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan kepeduliannya terhadap warisan leluhur. Di tengah hamparan persawahan Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, mereka menggelar tradisi Wiwitan sebagai simbol rasa syukur sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Rabu (1/4/2024).

Acara dimulai dengan kirab nasi wiwit yang dibawa menyusuri pematang sawah. Setelah prosesi doa bersama, para petani muda dan warga setempat menyantap nasi wiwit di lokasi persawahan dalam suasana penuh kebersamaan.

Simbol Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi

Panitia acara, Risca Maranita, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual rutin sebelum panen, melainkan langkah nyata untuk mengajak generasi muda lebih mencintai dunia pertanian.

“Tradisi Wiwitan ini adalah upaya kami melestarikan budaya Jawa. Kami ingin generasi muda kembali melirik sektor pertanian sebagai wujud ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam mengelola lahan produktif,” ujar Salah satu Panitia Risca.

 

Menu Khas Sego Wiwit Jadi Daya Tarik

Kehadiran tradisi ini juga menarik perhatian warga sekitar. Laila Suci, salah satu warga yang hadir, mengaku terkesan dengan kemasan acara yang diinisiasi oleh anak muda tersebut.  Menu utama dalam tradisi ini adalah Sego Wiwit, yang terdiri dari nasi dengan paduan sayur trancam, lauk tempe, ikan asin, serta ayam ingkung.

“Ini jadi daya tarik tersendiri. Selain melestarikan budaya agar tidak punah, momen makan bersama nasi wiwit ini sangat dirasakan kebersamaannya oleh warga dan para petani milenial,” ungkap Laila.

Regenerasi Petani di Lumbung Pangan Nasional

Wilayah Kecamatan Delanggu selama ini dikenal sebagai salah satu penyangga lumbung pangan nasional. Anggota kelompok tani Desa Sribit, Suroso, menekankan pentingnya regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

“Kami berharap generasi muda semakin meminati sektor pertanian, khususnya padi. Jika anak muda mau turun ke sawah, pertanian kita akan lebih berkembang dan regenerasi petani di masa depan akan terus berlanjut,” kata Suroso.

Dengan digelarnya tradisi ini, diharapkan sektor pertanian di Klaten tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai kebanggaan budaya yang mampu menjamin masa depan pangan Indonesia.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *