NTT Maju di Pendidikan Dasar, Tapi Masih Tertinggal di Jenjang Lebih Tinggi

Sabu Raijua, KabarTerkiniNews.co.id – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia. Semakin tinggi akses dan kualitas pendidikan, semakin besar peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang paling strategis dalam pembangunan.

Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan sehingga masyarakat mampu berinovasi, bekerja produktif, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi maupun sosial. Tanpa pendidikan yang memadai, sulit bagi suatu daerah mencapai kemajuan yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Salah satu indikator yang dapat menggambarkan kondisi pendidikan di suatu daerah adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS). APS mengukur persentase penduduk dalam rentang usia tertentu yang sedang bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan—dasar, menengah, maupun tinggi.

Indikator ini menjadi tolak ukur awal dalam menilai pemerataan akses pendidikan. Semakin tinggi APS, semakin banyak penduduk usia sekolah yang mendapatkan haknya untuk belajar. Sebaliknya, APS yang rendah menunjukkan adanya hambatan dalam mengakses pendidikan, seperti faktor ekonomi, geografis, sosial, maupun budaya.

Pada tahun 2024, APS usia 7–12 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan, mendekati 100 persen di hampir seluruh kabupaten. Artinya, sebagian besar anak usia sekolah dasar telah bersekolah.

Namun, ketimpangan mulai tampak pada kelompok usia yang lebih tinggi. Kabupaten dengan akses relatif mudah, seperti Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, mencatat APS usia 19–23 tahun yang lebih tinggi dibandingkan wilayah kepulauan seperti Kabupaten Alor.

Faktor jarak antarpulau, kondisi ekonomi rumah tangga, serta keterbatasan fasilitas pendidikan menjadi penyebab utama perbedaan tersebut. Perbedaan kualitas pendidikan juga dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana belajar. Sekolah-sekolah di wilayah perkotaan umumnya memiliki ruang kelas yang memadai, tenaga pengajar yang lebih lengkap, serta akses internet yang lebih baik.

Sebaliknya, sekolah di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan ruang belajar dan fasilitas pendukung. Dalam kondisi tersebut, semangat para guru di pelosok NTT menjadi kunci agar anak-anak tetap dapat belajar meski dalam keterbatasan.

Selain APS, indikator penting lain adalah tingkat melek huruf. Tingkat melek huruf adalah persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf Latin maupun huruf lainnya. Indikator ini menggambarkan sejauh mana pendidikan dasar telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Semakin tinggi angka melek huruf, semakin baik akses dan kualitas pendidikan di suatu wilayah.

Tingkat melek huruf di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024, secara umum persentase melek huruf kabupaten/kota di NTT telah mencapai lebih dari 90 persen. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antarwilayah. Kota Kupang mencatat tingkat melek huruf tertinggi sebesar 98,71 persen, sementara Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi yang terendah dengan 84,91 persen.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun pendidikan dasar sudah berkembang pesat, masih ada tantangan dalam menjangkau masyarakat di beberapa kabupaten, terutama penduduk dewasa yang belum sempat menempuh pendidikan formal di masa mudanya.

Pemerintah daerah dapat terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan sekolah baru, peningkatan kompetensi guru, serta pemberian beasiswa bagi keluarga tidak mampu. Ke depan, pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu membantu memperkecil kesenjangan antarwilayah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, cita-cita menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Nusa Tenggara Timur dapat semakin dekat terwujud.

Oleh I Gede Apta Sandi Prayuda Utama, S.Tr.Stat. (Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sabu Raijua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *