Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Produsen Tahu sari Di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, alami peningkatan sejak adanya Program MBG, dari Pemerintah pusat.
Manager Produksi Tahu sari, Suyoto saat ditemui di Pabrik tahu sari, Kamis(27/11) siang, mengungkapkan, Saat adanya Program Makan Bergizi Gratis, PT Tahu Sari, kebanjiran pesanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
” Dengan adanya Program dari Pemerintah, Program MBG, sangat terbantukan, kisaran 30 persen dari produksi biasanya, ” Ungkap Suyoto.
Bahan Baku Kedelai terang Suyoto, langsung dari Petani Kedelai, yang hasilnya sangat bagus. SPPG yang order mulai dari Klaten, Solo, Boyolali, Sukoharjo, Karangayar, Sragen, dan Yogyakarta.
” Yang biasanya kita produksi 2 ton, kali ini alami kenaikan 2,5 ton – 2,7 ton. Untuk kebutuhan SPPG di Jawa tengah dan DIY, ” Terangnya.
Suyoto menambahkan, kenaikan pesanan dari SPPG, lalu menambah pegawai, kenaikan pesanan ini, jadi berdampak baik dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
” Untuk karyawan kami tambah di Packing, dulu hanya 24 orang sekarang tambah 6 orang jadi total 30 orang, untuk pemenuhan pesanan MBG, ” Imbuhnya.
Suyoto mengatakan, harga Tahu cukup Rp 450 – Rp 750 per bijinya. Untuk tahu kuning dan tahu putih biasa diproduksi, untuk saat ini ada tahu susu dan tahu nuget, biasanya untuk MBG tergantung pesanan dari SPPG.
” Untuk hari ini ada 14.000 pcs untuk tahu kuning dan putih, itu untuk MGB saja, sementara untuk Pasar Tradisional, Rumah Sakit, Instansi Pemerintah, biasanya hanya 3.000 pcs,” Katanya.
Dijelaskan Suyoto, produksi tahu sari, sangat higienis, terbukti dengan adanya penelitian dari Mahasiawa sejumlah Universitas, dan pakar, hal ini menjadi Program Pemerintah untuk memilih tahu sari.
” Syarat untuk masuk SPPG, ada tahap tahap tertentu, seperti standar kualitas dan yang terpenting higienis aman dikonsumsi semua kalangan,” Pungkasnya.
Prabowo Aji







