jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kinerja pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang dinilai berjalan optimal. Keberhasilan ini ditandai dengan menurunnya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas meski terjadi lonjakan pergerakan kendaraan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat analisis dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat 2026 dan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), Rabu (1/4/2026). Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. yang mengikuti kegiatan tersebut kemudian meneruskan arahan Kapolri kepada seluruh jajaran Korlantas.
Irjen Agus mengatakan Kapolri memberikan penghargaan atas dedikasi personel di lapangan selama masa operasi berlangsung. Ia menegaskan capaian positif ini merupakan hasil kerja keras bersama lintas sektor dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Dalam paparannya, Kapolri menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini menunjukkan tren perbaikan. Selain arus lalu lintas yang lebih lancar, angka kecelakaan juga mengalami penurunan, termasuk korban meninggal dunia.
Berdasarkan data anev, jumlah korban meninggal dunia turun hingga 31,19 persen atau berkurang 136 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total kejadian kecelakaan lalu lintas menurun 6,31 persen, dari 3.754 kasus menjadi 3.517 kasus.
Penurunan juga terjadi pada korban luka berat yang berkurang 13,8 persen. Kondisi ini dinilai mencerminkan efektivitas langkah preventif serta kesiapsiagaan petugas di lapangan dalam meminimalisasi dampak kecelakaan.
Di sisi lain, volume kendaraan selama periode mudik terpantau meningkat signifikan. Pada 13 hingga 29 Maret 2026, arus keluar Jakarta mencapai 3.255.002 kendaraan atau naik 18,43 persen dari kondisi normal. Sedangkan arus masuk Jakarta tercatat 2.989.931 kendaraan atau meningkat 10,79 persen.
Kelancaran arus tersebut didukung berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri. Tercatat sebanyak 285 intervensi dilakukan, meliputi pengalihan arus sebanyak 205 kali, contraflow 39 kali, one way lokal presisi 39 kali, serta one way nasional presisi sebanyak dua kali.
Tak hanya itu, peningkatan mobilitas juga terlihat pada sektor transportasi umum. Jumlah penumpang di pelabuhan meningkat 15,51 persen menjadi 5,52 juta orang. Sementara terminal naik 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, dan bandara 6,99 persen.
Kapolri juga menyoroti peran kebijakan pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik, seperti diskon tarif tol dan transportasi, program mudik gratis, hingga penerapan kebijakan kerja fleksibel Work from Anywhere (WFA) yang membantu mengurai kepadatan.
Meski demikian, Kapolri menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depan, khususnya untuk pelaksanaan Operasi Ketupat tahun berikutnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Irjen Agus meminta seluruh jajaran Korlantas, mulai dari pejabat utama hingga kasat lantas di daerah, untuk menjaga konsistensi kinerja serta mempertahankan capaian positif yang telah diraih.
Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Program Polantas Menyapa dan Melayani diminta terus diimplementasikan sebagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
Menurut Irjen Agus, penegakan hukum perlu diimbangi dengan edukasi yang santun dan dialogis agar tercipta budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, Korlantas Polri optimistis mampu terus menekan angka kecelakaan sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah.
KabarTerkiniNews.co.id







