Operasi Ketupat 2026 Sukses Tekan Kecelakaan, Saat Arus Mudik dan Balik Tertinggi

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan kehadiran negara dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama mudik Lebaran, Rabu (8/4/2026).

Hal itu disampaikan dalam program Prime Time News Metro TV. Dalam keterangannya, Kakorlantas menyebut tahun ini mencatatkan rekor arus mudik tertinggi sepanjang sejarah. Sebanyak 270.315 kendaraan tercatat keluar dari Jakarta dalam satu hari menuju arah Trans Jawa, Jawa Barat, dan Sumatera.

Bacaan Lainnya

“Operasi Ketupat ini adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bersama seluruh stakeholder untuk memastikan perjalanan masyarakat aman,” kata Irjen Pol Agus.

Tak hanya arus mudik, arus balik juga mengalami peningkatan sebesar 14,65 persen. Meski terjadi lonjakan signifikan, kondisi lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik.

Kakorlantas menjelaskan, indikator keberhasilan operasi tahun ini salah satunya terlihat dari aspek keselamatan. Angka fatalitas korban kecelakaan turun hingga 31 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun sebesar 5,31 persen.

“Yang kita pastikan bukan hanya perjalanan, tapi perjalanan yang aman sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” ujarnya.

Puncak arus mudik terjadi pada 18 April, sementara arus balik mencapai puncaknya pada 24 April. Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas Polri menerapkan pendekatan predictive traffic policing melalui rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way berbasis parameter.

Secara keseluruhan, tercatat sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan 3,4 juta kendaraan kembali selama periode mudik dan arus balik.

Selain itu, pengamanan Operasi Ketupat juga mencakup lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol beserta rest area dan gerbang tol, pelabuhan penyeberangan dan bandara, tempat ibadah, serta lokasi wisata.

Menurut Irjen Pol Agus, pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam pengelolaan arus lalu lintas. Setiap kebijakan rekayasa diterapkan berdasarkan data real time, sehingga kepadatan di titik krusial dapat diurai dengan cepat.

“Semua dikelola dengan teknologi dan parameter yang terukur agar arus tetap lancar,” ucapnya.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *