Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Polda Metro Jaya masih merangkai konstruksi kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Sejauh ini polisi sudah menangkap 15 tersangka, termasuk otak penculikan dan otak pemantau korban. Motif penculikan dan pembunuhan tampaknya akan segera terungkap.
Info terbaru menyebutkan, polisi menangkap tersangka RS di tempat persembunyiannya di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/8). Hasil penyelidikan menyimpulkan, RS merupakan otak di balik tim pantau sebelum korban dihabisi.
“RS ini bagian penting, dia yang menyiapkan tim pantau korban dan tim IT,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Rabu (27/8) dikutip dari tribratanewspolri.
Sebelumnya, polisi sudah menangkap empat orang aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan berinisial C, DH, YJ, dan AA. Tiga tersangka, yakni DH, YJ, dan AA ditangkap di kawasan Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/8). Sedangkan C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (24/8).
Salah satu tersangka yakni DH diketahui luas bernama Dwi Hartono yang aktif mengunggah konten di media sosial. DHbun juga tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana UGM.
“Benar empat orang otak penculikan telah diamankan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Senin (25/8).
Polisi telah bekerja cepat menangkap semua tersangka, dan melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing pelaku. Keluarga korban dan masyarakat berharap polisi segera mengungkap motif utama di balik aksi penculikan yang berujung kematian tersebut.
Ilham ditemukan tewas di semak-semak di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8) dengan wajah, kaki, dan tangan terikat lakban hitam. Dari rekaman cctv, Ilham sebelumnya diculik dari parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8).