Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Lestarikan Seni Budaya, Ratusan warga Ikuti Klaten Cultur Run, yang digelar pada Minggu (16/11) pagi. Para peserta sangat antusias, dengan memakai Jersey pakaian adat, seperti Kebayak, batik, dan lurik, menambah peserta semakin antusias.
” Ini karso cultur run digelar Peserta mengenakan berbagai busana tradisional, sehingga dapat mengenalkan seni budaya,” Kata Risca Maranita, saat ditemui wartawan, usai acara.
Diterangkan Risca, Ada yang memakai kebaya dan legging sambil berlari, ada pula yang memadukan jarik dengan sepatu lari.
” Ada yang memakai kebaya dan legging sambil berlari, ada pula yang memadukan jarik dengan sepatu lari,” Tuturnya.
Jumlah peserta yang mengikuti, Jelas Risca, ada 100 orang, dari berbagai wilayah dikabupaten Klaten. Dengan rute yang ditempuh sepanjang 5 km, start mulai dari warung makan mangut karso, dengan finish di Warung Mangut Karso.
” Alhamdulillah, kalau pesertanya hari ini 100 orang, sepanjang 5 km, dengan rute Mangut Karso – Jalan H. Samahudi, melintas Jalan Kopral Sayom, Jalan Prenjak, Jalan Rajawali, Jalan Pemuda – Alun-alun Klaten, Kembali ke Mangut Karso,” Terang Risca.
Lari berpakaian tradisional ini, untuk membiasakan masyarakat menjadikan pakaian tradisional sebagai bagian aktivitas harian. Selain itu juga dapat memotivasi warga untuk gembar berolahraga.
Dengan antusiasme peserta yang besar, Risca berharap Karso Culture Run 2025 dapat menjadi agenda budaya dan olahraga tahunan di Klaten.
“Baju kebaya, baju lurik atau batik, kita pengennya kembali ke akar, balik lagi kayak oh kita juga bisa pakai kebaya sehari-hari,” Pungkasnya.
Ketua Tim Pengggerak PKK Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang, yang hadir langsung dan mengikuti acara Karso Cultur Run, mengungkapkan, dengan acara ini dianggap lain dari pada yang lain.
“Alhamdulillah ini event running pertama kali di Klaten yang out of the box. Jadi kita lari yang biasanya menggunakan pakaian olahraga, kali ini kita lari menggunakan kebaya.” Ungkapnya.
Hal ini, lanjut Fahrani, dapat membangkitkan minat olah raga bagi warga masyarakat, terutama generasi muda, yang akan melestarikan seni budaya di Indonesia.
” Sehingga selain memasyarakatkan olahraga, kita juga mengusung kebudayaan Indonesia,” ujar Fahrani.
Sementara itu, salah satu peserta Karso Cultur Run, Laila, warga asal Kecamatan Karanganom, Klaten, mengaku dirinya memakai pakaian kebaya milik Ibunya. Sebelumnya, saat mengikuti Olah raga lari, pakai Jersey olah raga yang nyaman, tapi ini sangat menarik, dan menjadi tantangan tersendiri bagi penghobi lari.
” Ini saya kebetulan pakai pakaian kebaya milik ibu saya, mesti ribet dan panas, apalagi buat olah raga lari ya, namun sangat menarik baget sih, belum ada event seperti ini,” Ungkapnya.
Prabowo Aji







