Gunungkidul, KabarTerkiniNews.co.id – Masih banyaknya kelompok rentan dan anak yatim piatu yang masih luput dari perhatian pemerintah, komunitas gabungan relawan sosial di DIY, melakukan kunjungan dan penyerahan bantuan untuk warga, yang diketahui hidup di desa terpencil, di Kabupaten Gunungkidul, Kamis (05/02/26). Mirisnya, bantuan sosial yang disalurkan untuk persiapan Ramadhan tersebut, menjadi rebutan warga.
Hanya dalam hitungan menit, bantuan sosial yang baru saja diturunkan dari kendaraan, ludes jadi rebutan warga. Meski hanya berupa pakaian pantas pakai, namun bagi warga di pedukuhan Pakel, Planjan, Saptosari, Gunungkidul ini, bantuan tersebut merupakan asa kebahagiaan pengganti baju baru di hari lebaran nanti.
Selain pakaian pantas pakai, komunitas berbagi dari Jagad Foundation, Rabosan Berbagi, Kegiatan Mas Pete, dan Berkah Bantul ini juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako untuk warga lansia rentan dan disabilitas sebanyak 30 penerima, serta uang tali asih untuk 4 anak yatim piatu.
Karina Puri Puspa Dewi (34), sebagai perwakilan dari relawan sosial ini mengatakan, kegiatan berbagi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan dan anak yatim, yang tinggal di pelosok daerah, dan jarang dijangkau bantuan.
“Bantuan ini merupakan langkah awal untuk meringankan beban hidup warga rentan atau yang membutuhkan, sembari menyiapkan upaya lanjutan, guna penanganan jangka panjang.” Ungkap perempuan yang akrab disapa Ririn tersebut.
Penyerahan bantuan, berdasarkan data penerima manfaat yang telah diverifikasi sebelumnya, agar tepat sasaran dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
Datangnya aksi kepedulian dari komunitas berbagi tersebut, disambut haru bercampur Bahagia oleh masyarakat. Suranto, selaku ketua RT 01 mengaku senang ada perhatian untuk warganya, yang selama ini sangat membutuhkan uluran bantuan.
Apalagi, ditengah koondisi perekonomian yang tidak stabil saat ini, sektor pertanian yang menjadi andalan warga disini, belum sesuai harapan
“jujur kami disini masih agak tertinggal desa kami, banyak kelompok rentan, anak yatim, yang masih membutuhkan bantuan. Sehingga, uluran tangan dari donator, maupun bantuan pemerintah, menjadi harapan Utama warga disini.” Tutur Suranto.
Pihaknya menambahkan, setidaknya ada 156 kepala keluarga, yang tinggal di pedukuhan Pakel ini, dengan potensi kelompok rentan cukup banyak. Sehingga, pihaknya meminta kepada pemerintah,
untuk memperluas jangkauan skema bantuan sosial menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H atau tahun 2026. Terutama bagi warga kelompok non-data atau warga miskin, yang tidak masuk dalam DTKS sehingga belum tersentuh bantuan formal. Pihaknya berharap, skema bantuan sosial sejak dini, perlu lebih dimatangkan.
“ warga miskin ekstrem atau kelompk rentan yang dimungkinkan masih tercecer dari daftar administratif, harus dipastikan mendapatkan jaminan pangan, agar kebahagiaan ramadhan dan hari raya dapat dirasakan secara merata.” Pungkasnya.
Joko Pramono







