Sabu Raijua, KabarTerkiniNews.co.id – Peiu manu atau yang juga dengan istilah tapi ayam merupakan pesta adat tahunan yang di kenal masyarakat sabu raijua sejak turun temurun.
Pesta adat tersebut dikemas dalam sejumlah rangkaian kegiatan adat sejak hole atau Pehere Jara atau kegiatan pawai keliling kuda yang merupakan sebuah simbol hilangnya hama pada tanaman pangan masyarakat dan dilanjutkan ritual peiu manu sebagai simbol terjadinya perdamaian dalam peperangan suku yang terjadi dahulu kala.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Adat sekaligus pemangku jabatan adat Deo Rai Man Kore kepada media saat di konfirmasi terkait kegiatan tersebut.
Menurut Man, Ritual adat terbut bukan hanya dilaksanakan di salah satu wilayah adat tapi di semua wilayah adat yang ada dan diselenggarakan sesuai dengan kalender adat sabu raijua.
“Ini ritual tahunan yang dimulai dari pehere jara (Pawai Keliling Kuda) dilanjutkan dengan peiu manu atau taji ayam” Ujar Hae
Dia minta agar semua masyarakat tanpa kecuali mendukung setiap kegiatan adat dengan tetap mengedepankan sinergitas antar umat beragama. Untuk diketahui masyarakat adat sabu raijua memiliki agama suku atau tradisional yang di sebut Jingitiu.
Dedy







