Karanganyar, KabarTerkiniNews.co.id- Pemerintah Kabupaten Karanganyar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik Lebaran. Langkah ini diambil berdasarkan prakiraan dari BMKG yang menyebutkan kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno, Rabu (18/3/2026) mengatakan, musim kemarau baru akan mulai memasuki wilayah tersebut sekitar bulan Mei.
Menurut Hendro, selama masa peralihan ini, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi memicu bencana seperti tanah longsor dan gangguan perjalanan.
Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah daerah telah membentuk pos siaga bencana yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta para relawan.
“Pos siaga ini berfungsi untuk memantau kondisi wilayah secara real-time serta memberikan respons cepat dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan,”ujarnya.
Selain itu, upaya mitigasi juga dilakukan dengan memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor. Beberapa jalur yang menjadi perhatian utama di antaranya kawasan Tawangmangu, jalur tembus, serta wilayah Gerdu dan sekitarnya yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor.
Dikatakannya, untuk mendukung kelancaran arus mudik, petugas bersama relawan juga disiagakan di titik-titik rawan, khususnya di jalur tanjakan curam. Mereka akan membantu pengendara, termasuk dengan metode ganjal ban guna mencegah kendaraan mundur saat melintas di medan berat. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan pihak kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, agar tetap waspada, memperhatikan kondisi cuaca, serta memilih jalur perjalanan yang aman demi keselamatan selama perjalanan Lebaran,”tandasnya.
Iwan







