Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Proyek pengaspalan Jalan Gembong–Klesem yang berada di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan warga. Pasalnya, meski baru selesai dikerjakan pada Desember 2025, kondisi aspal di sejumlah titik sudah terlihat mengelupas, retak, dan tidak rata.
Proyek tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp979.809.348. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Jazzq Q sebagai penyedia jasa pelaksana dan dikerjakan pada bulan Desember 2025.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan jalan mulai tergerus, agregat terlihat keluar, serta lapisan aspal tidak merekat sempurna. Kondisi ini dinilai janggal mengingat usia pekerjaan masih sangat baru dan seharusnya mampu bertahan dalam jangka waktu lama.
Salah satu warga Desa Bodas mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut.
“Baru selesai beberapa waktu lalu, tapi sekarang sudah mengelupas. Padahal jalan ini penting untuk aktivitas warga dan anggarannya juga besar. Kami berharap kualitasnya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.
Menurut warga, jalan Gembong–Klesem merupakan akses utama masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pertanian. Jika kualitas pengaspalan tidak maksimal, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah terutama saat musim hujan.
Munculnya kerusakan dini ini memunculkan pertanyaan terkait mutu material, metode pelaksanaan, serta fungsi pengawasan dari pihak terkait. Dalam proyek infrastruktur, ketepatan spesifikasi teknis, ketebalan aspal, dan proses pemadatan menjadi faktor penting agar hasil pekerjaan tidak cepat rusak.
Warga pun meminta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Kami berharap ada evaluasi dan perbaikan dari pihak pelaksana tanpa membebani lagi anggaran daerah. Ini uang rakyat, jadi harus benar-benar dipertanggungjawabkan,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait. Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar fungsi jalan dapat kembali optimal dan kualitas pembangunan infrastruktur di wilayah Kandangserang semakin baik ke depannya.
Kermit







