Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Aktivitas digital saat bulan Ramadan cenderung meningkat dibanding biasanya. Kondisi ini membuat risiko penipuan digital juga ikut bertambah.
Data 2025 menunjukkan, kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat konsentrasi laporan penipuan menumpuk di Pulau Jawa, di mana di DIY sendiri terdapat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan nilai kerugian mencapai Rp143,88 miliar.
Melihat realita tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”, sekaligus menghadirkan inovasi terbaru: perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus). SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call.
Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur ini juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.
IM3 SATSPAM+ didukung oleh teknolog jaringan internet AIvolusi5G yang lebih cepat dan aman, gabungan kecanggihan AI dan kekuatan 5G. Layanan jaringan 5G dari IOH ini, kini hadir di Yogyakarta menjangkau 24 kecamatan, meliputi 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, 3 kecamatan di Bantul, dan 7 kecamatan di Sleman.
Sekitar 305 BTS aktif terintegrasi dengan 5G dan teknologi berbasis AI, sehingga kualitas konektivitas tetap stabil, bahkan saat trafik meningkat signifikan di titik-titik mobilitas tinggi selama Ramadan, seperti pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, hingga hub transportasi dan ruang publik.
Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 SATSPAM+ di Jawa Tengah dan DIY terus bertumbuh. Respons pelanggan yang positif menunjukkan bahwa perlindungan digital sudah menjadi kebutuhan utama.
“Di periode seperti Ramadan, ketika komunikasi dan transaksi meningkat, kami ingin pelanggan dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan. Kehadiran fitur ini menegaskan strategi IOH untuk menjadi AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, terutama lansia dan masyarakat di daerah terpencil yang rentan menjadi korban penipuan digital,” ujarnya.
Di momen Ramadan ini, IM3 menghadirkan Paket Ramadan SATSPAM+, di mana seluruh pelanggan otomatis mendapatkan perlindungan tanpa biaya tambahan. Pilihannya mencakup Paket unggulan 150GB/28 hari seharga Rp150.000 dan 300GB/28 hari seharga Rp200.000, dilengkapi 5.000 menit & SMS ke sesama IM3 dan Tri, serta akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile untuk menemani waktu ngabuburit.
Paket harian hingga mingguan: 20GB/3 hari Rp20.000, 30GB/5 hari Rp30.000, hingga 75GB/10 hari Rp50.000, lengkap dengan 1.000 menit & SMS ke sesama IM3 dan Tri.
Seluruh paket ini dirancang untuk menemani produktivitas, komunikasi, hiburan, dan transaksi digital selama Ramadan, dengan satu lapisan penting yang sering terlupakan, yakni rasa aman dan tenang.
Khusus pelanggan IM3 Platinum, perlindungan SATSPAM+ sudah termasuk di dalam layanan pascabayar ini, ditambah manfaat penggunaan kuota utama untuk bebas roaming di Malaysia dan Singapura. Melalui paket unggulan Platinum 50 seharga Rp100.000/bulan dan kuota 50GB, pelanggan juga dapat menikmati promo Ramadan berupa kuota ekstra 25GB hanya seharga Rp25.000 dengan masa aktif 7 hari.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, IM3 juga mendekatkan diri ke pelanggan melalui rangkaian kegiatan seperti Sore Simpel di sejumlah kota, termasuk Semarang, serta program Kampung Ramadan IM3 yang menjangkau 120 desa, 50 di antaranya berada di Jawa Tengah dan DIY.
Melalui SATSPAM+ di seluruh Paket Ramadan IM3, pelanggan mendapatkan lebih dari sekadar kuota internet. Mereka mendapatkan ketenangan untuk fokus pada hal yang paling penting di bulan suci ini, yakni beribadah, bekerja, terhubung dengan orang tercinta, dan berbagi.
Andri Tiyo







