Penuhi Kuota Pertamina, Bos Petasol Bakal Gandeng Bank Sampah Ringinharjo

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Saat ini, di Negara kita tengah berlomba-lomba menciptakan energi baru terbarukan, yang lebih ekonomis. Salah satu yang cukup mencuri perhatian, lahirnya bbm sintetis setara solar, yang bernama Petasol.

Produk bahan bakar yang diproduksi dari hasil pembakaran kantong plastik atau kresek bekas pakai, menggunakan mesin Faspol Pirolisis yang menghasilkan cairan atau minyak bakar, dan kemudian dimurnikan dengan zat aditif.

Bacaan Lainnya

Melihat potensi besar yang dihasilkan tersebut, produk itupun dilirik oleh PERTAMINA. Produsen Petasol, asal Cimahi Jawa Barat, Wahyu Darmawan, mencoba mengembangkannya untuk meningkatkan produktivitas bank sampah di daerah, salah satunya di Kalurahan Ringinharjo, Kabupaten Bantul.

“Saat ini, kami telah memiliki mesin pengolah sampah dengan kapasitas 200 kilogram bahan baku sampah plastik yang dapat menghasilkan 170 hingga 180 liter Petasol.Ini potensi yang akan kami kembangkan lagi di daerah-daerah.” Terang Wahyu, pada Minggu (14/12/2025).

Pihaknya turut mengapresiasi peran Bank Sampah di Kalurahan Ringinharjo ini, yang sudah tidak lagi membuang sampahnya ke TPA. Bahkan, sampah plastik, yang kurang memiliki nilai ekonomis sekalipun,mampu mereka kelola dengan baik, dibawah binaan KSM PIlah Berkah.

“ini sesuatu yang luar biasa, dari pengurangan sampah, sampah selesai dari sumber, ini bisa menjadi kalurahan pertama dan utama yang bisa menjadi rujukan praktek energi baru terbarukan.” Ungkap Ketua PERBANUSA Kota Cimahi tersebut.

Melihat potensi tersebut, produsen bbm sintetis asal Cimahi, Jawa Barat ini, berencana akan menggandeng bank sampah yang ada, untuk membantu mengelola sampah plastik menjadi energi baru terbarukan, yakni sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar Petasol, setara solar.

“disini sangat potensial, karena semua pemilahan sampah plastic low value sudah mampu terkelola, ini tinggal alatnya saja untuk memprosesnya, menjadikan bahan bakar yang nilainya jauh lebih tinggi.” Tegas Wawan.

dalam lawatannya ke bank sampah Ringinharjo kali ini, juga sebagai Langkah kolaborasi hijau,yang bakal tercetus guna memenuhi kuota permintaan dari PERTAMINA, dengan kapasitas produksi petasol 50 ribu liter sehari.

“kami memang diminta untuk memproduksi dengan kuantiti besar, apabila ini bisa diterapkan di tingkat Kalurahan, maka Kalurahan RInginharjo ini mampu menjadi rujukan Tingkat Provinsi, bersama-sama mendukung jumlah kuantiti yang dibutuhkan negara ini.” Ujarnya.

sejauh ini, sedikitnya sudah ada 60 titik rumah produksi yang tersebar di seluruh Indonesia, namun, rata-rata kapasitasnya masih dikisaran 3000 liter sehari, belum mampu mencukupi kuota yang diajukan dari PERTAMINA.

“ini peluang bagus sebenarnya, namun kami belum mampu mencukupi jika permintaan 50 ribu liter sehari, makanya kita coba menggandeng bank-bank sampah di daerah, salah satunya di kalurahan Ringinharjo ini, yang kini sudah terdapat 17 bank sampah.dan ini bakal terus berkembang, luar biasa menurut saya, ini potensi, dan kami optimis.” pungkas Wawan.

Optimisme dari Produsen Petasol tersebut, turut diapresiasi oleh Lurah Ringinharjo, Sulistya Atmaji. Setidaknya, dari upaya kolaborasi hijau yang nantinya bakal terjalin, mampu meningkatkan sirkular ekonomi yang lebih baik lagi.

“ini akan menjadi dukungan dan support, adanya energi terbarukan yang dioalah dari bahan daesar plastic yang masih bernilai renda, dan nantinya mampu dioalh mampu meningkatkan nilai lebih untuk kelompok bank sampah.” Tutur Lurah Ringinharjo.

Akan dikaji lebih lanjut, dan Analisa terkait kemampuan kita kedepan dalam mendukung upaya terwujudnya energi terbarukan, dari sampah plastic ini, di tiap bank sampah, yang bakal diterapkan di Kalurahan Ringinharjo.

“kami sambut positif kolaborasi ini, namun kedepan akan kita kaji lagi, kita Analisa lagi secara bertahap, kemampuan kita sejauh mana, ini akan menjadi inovasi sebagai dukungan adanya kelompok bank sampah yang sudah ada.” Tutup Sulistya Atmaji.

Sekedar informasi, bahwa produk Petasol, yang diproduksi menggunakan Mesin Faspol Pirolisis telah melalui serangkaian uji laboratorium di BRIN dan Lemigas, Meneterian ESDM. Baik uji emisi, uji performa, uji durability, uji toxisitas, uji lab, hingga uji senyawa, yang hasilnya menunjukkan bahwa Petasol memenuhi standar bahan bakar setara minyak solar B0.

Selain itu, merk Petasol sudah memiliki sertifikat Hak Cipta dan nama Faspol juga sudah memiliki tanda daftar Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan telah banyak dipergunakan untuk bahan bakar berbagai jenis kendaraan bermesin diesel.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *