Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal menghadiri acara penutupan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka pengamanan periode Hari Raya Idulfitri 1447 H Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Cendrawasih, Gedung BPH Migas lantai Ground, Selasa (31/3/2026).
Penutupan posko ini merupakan bagian dari rangkaian koordinasi lintas sektor dalam pengawasan, penyediaan, serta pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026. Selain itu, posko juga berperan dalam mengantisipasi potensi kebencanaan geologi di berbagai wilayah.
Kehadiran Dirgakkum menjadi bentuk sinergi antara Polri dan kementerian terkait dalam memastikan distribusi energi berjalan lancar, aman, serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Ketua Posko Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 Sektor ESDM Erika Retnowati mengungkapkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline mengalami peningkatan 15% selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Erika menyebut penyaluran gasoline tertinggi saat arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan 37% dibanding konsumsi normal.
“Pengawasan dilakukan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM di 67 kabupaten/kota dan 21 provinsi. Hasilnya, penyaluran BBM aman dan lancar,” ujarnya.
Untuk avtur, peningkatan tertinggi arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan 18% dibanding penyaluran normal. Sementara pada arus balik, puncak konsumsi terjadi pada 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22%.
Secara umum, ketahanan stok BBM selama periode Posko RAFI 2026 berada dalam kondisi aman, baik untuk gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur, dengan rata-rata ketahanan stok di atas 20 hari.
Erika menambahkan, secara keseluruhan konsumsi gasoline naik 15%, sementara gasoil mengalami penurunan 18%, dan avtur meningkat 7,2% dibandingkan kondisi normal. Pada arus balik, penyaluran tertinggi terjadi pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan sekitar 20% dari konsumsi gasoline periode non-Lebaran.
Selama periode mudik, pemantauan dilakukan secara aktif terhadap volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian, termasuk pengawasan langsung di lapangan.
Selain BBM, penyaluran LPG juga mengalami peningkatan. Rata-rata penyaluran LPG mencapai 34.206 metrik ton (MT) atau naik 6,5% dibanding kondisi normal. Puncaknya terjadi pada 16 Maret 2026 sebesar 33.428 MT.
“Ditjen Migas juga melakukan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian serta pengawasan lapangan untuk memastikan distribusi berjalan baik hingga ke tingkat penyalur dan subpenyalur,” kata Erika.
Secara keseluruhan, koordinasi lintas sektor selama Posko Nasional ESDM dinilai berjalan optimal, sehingga kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
KabarTerkiniNews.co.id







