Potensi Lokal dan UMKM Semakin Bersinar, Percepat Pengembangan Desa Wisata Wirokerten

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Desa Wisata Wirokerten (Dewikerten), Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, terus mengakselerasi pengembangan potensi lokal sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Kalurahan Wirokerten sebagai mitra UMY menjadi salah satu fokus pengembangan melalui berbagai program inovatif, mulai dari event olahraga hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

Salah satu upaya yang menarik perhatian publik adalah gelaran fun run pada Minggu, 12 April 2026, dengan dua kategori, yakni 5K dan 7K. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, bahkan diikuti peserta dari wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta.

Selain menjadi ajang olahraga, rute lari yang mengelilingi wilayah kalurahan dimanfaatkan sebagai sarana promosi potensi Desa Wisata Wirokerten kepada para peserta.

Tak hanya itu, Pasar Blumbang Mataram yang menjadi ikon desa wisata ini secara rutin menghadirkan beragam kuliner dan kerajinan khas warga. Aneka makanan tradisional seperti arem-arem, sate koyor, mie pentil, hingga minuman khas seperti asem jawa dan es jaipong menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Di sektor kerajinan, masyarakat juga menunjukkan kreativitas dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya adalah kerajinan pot mini tanaman sukulen dari botol plastik bekas yang diolah secara estetis dan ramah lingkungan.

Pengembangan Desa Wisata Wirokerten merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan pemerintah kalurahan serta berbagai elemen lokal, seperti BUMKal Wirajaya Makmur dan Pokdarwis Wirajaya.

Program ini menjadi salah satu pilot project pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pengembangan tersebut, juga dilakukan serah terima hibah barang pengabdian masyarakat dari UMY senilai Rp88.117.500 kepada pihak kalurahan dan pengelola desa wisata.

Berbagai bentuk pendampingan telah dilakukan, meliputi pelatihan digital marketing, peningkatan kapasitas penanganan kegawatdaruratan di lokasi wisata, hingga penguatan kelembagaan organisasi masyarakat.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UMY, Dr. Al Afik, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa program ini telah dirintis sejak 2021 dan terus berkembang hingga saat ini. Pada 2026, sebanyak 11 dosen dari berbagai disiplin ilmu terlibat aktif dalam mendampingi masyarakat.

“Di Wirokerten ini kami mengembangkan sekitar 10 tema, mulai dari kesehatan, pemberdayaan UMKM, literasi digital, hingga edukasi hukum. Semua itu kami integrasikan untuk mendukung pengembangan desa wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Carik Kalurahan Wirokerten, Rini Widiyastuti, S.Pd., mengapresiasi kontribusi program pengabdian yang dinilai berdampak signifikan terhadap kemajuan desa.

“Selama empat tahun terakhir, program pengabdian dosen UMY dengan berbagai skema dan sasaran, mulai dari BUMKal, Pokdarwis, hingga desa wisata, telah membawa Wirokerten berkembang menjadi desa wisata yang mandiri,” ungkapnya.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM lokal. Salah satunya Retta Chandra Rahardian, pengrajin handmade yang mengolah limbah tutup botol plastik menjadi pot mini sukulen. Ia mengaku kini lebih percaya diri dalam memasarkan produknya.

“Sekarang saya bisa mengolah sampah plastik menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik. Bahkan, sudah bisa naik kelas,” tuturnya.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang terus diperkuat, Desa Wisata Wirokerten optimistis mampu menjadi destinasi unggulan di Bantul yang tidak hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dhani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *