Ratusan warga Desa Bateh Datangi Balai Desa, Insiden Dugaan Penganiayaan

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Ratusan warga Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, menggeruduk balai desa pada Jumat (20/3) pagi. Aksi tersebut dipicu insiden penganiayaan yang terjadi saat malam takbiran menjelang waktu subuh.

Warga menuntut kejelasan serta penanganan tegas atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dari wilayah Ngowah terhadap warga Dusun Nglampu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan7.id bersama personel Forum Komunikasi Masyarakat Bersatu (Forkombes), peristiwa bermula saat rombongan pemuda Ngowah berkeliling kampung untuk membangunkan sahur.

Namun, kegiatan tersebut diduga disertai penggunaan sepeda motor dengan knalpot brong, petasan, serta konsumsi minuman keras.

Situasi mulai memanas ketika salah satu pemuda Nglampu menegur rombongan tersebut saat membeli bensin di wilayah setempat.

“Kowe wong ngendi, maksude opo? Nggugahi warga mlebu gang nganggo motor brong, nyumet mercon,” (Kamu Orang Mana, maksudnya apa? masuk gang dusun pake motor brong, membawa petasan dan minuman keras.” ujarnya.
Adu mulut pun tak terhindarkan dan berujung pada aksi penganiayaan.

Sejumlah pemuda Nglampu dilaporkan mengalami luka di bagian pelipis dan pipi, dan telah menjalani visum di RS Merah Putih.

Warga Nglampu menilai tindakan itu sudah melampaui batas.“Yang kami sesalkan bukan sekadar membangunkan sahur, tapi caranya yang berlebihan dan meresahkan,” ungkap salah satu warga.

Ketegangan pasca-kejadian mendorong ratusan warga mendatangi balai desa pada pagi hari.

Mereka mendesak pemerintah desa dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas serta memberikan keadilan bagi korban.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah desa bersama aparat kepolisian dan TNI langsung melakukan mediasi. Kapolsek Candimulyo bersama jajaran serta Danramil 10/0705 turun langsung untuk meredam situasi dan mempertemukan kedua belah pihak.

Namun, mediasi awal dilaporkan belum mencapai mufakat. Kepala Desa Bateh, Daryoko, berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai.

“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah dan kekeluargaan,” ujarnya.

Kapolsek Candimulyo, AKP Abdul Wachid, menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional. “Kami membuka ruang penyelesaian melalui restorative justice, namun tetap melihat fakta-fakta yang ada di lapangan,” tegasnya.

Kanit Binmas Polsek Candimulyo, AIPTU Dony Sugiarto, juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpancing emosi selama proses berlangsung.

Perwakilan Forkombes, Agung Libas, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menekankan pentingnya penyelesaian yang adil dan transparan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Kami berharap kasus ini ditangani secara objektif dan terbuka. Jangan sampai menimbulkan keresahan yang lebih luas. Semua pihak harus mengedepankan hukum dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dusun Nglampu, Landung, menegaskan bahwa warga korban tetap menuntut pertanggungjawaban. “Warga kami berharap ada kejelasan, terutama terkait korban yang mengalami luka. Hak mereka harus diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, sedikitnya 10 orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dari kelompok warga Ngowah telah diamankan oleh pihak kepolisian Polresta Magelang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah ini dilakukan guna mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum para terduga pelaku maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Proses mediasi masih terus berlangsung. Aparat keamanan bersama pemerintah desa berupaya mencari solusi terbaik agar konflik tidak meluas dan situasi kembali kondusif.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *