Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Perhelatan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 pada 16 November 2025 berlangsung sukses. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan acara Borobudur Fun Run 2025 yang berlangsung di kawasan Lapangan Olahraga Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (23/12/2025).
Ajang lari santai ini menempuh jarak 3,7 kilometer di sekitar Candi Borobudur, dengan titik start dan finis di kawasan Lapangan Olahraga Borobudur. Acara ini dimeriahkan oleh 2.000 peserta yang berasal dari warga masyarakat sekitar Borobudur seperti sekolah, desa, dinas, hingga masyarakat umum yang terlibat selama rangkaian Bank Jateng Borobudur Marathon 2025.
Borobudur Fun Run 2025 merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan Borobudur Marathon yang dilaksanakan pada 16 November 2025 lalu. Bendera start dikibarkan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Magelang, Asfuri Muhsis.
Asfuri menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) memberikan dampak yang positif. Selain menyehatkan badan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya UMKM. Dia berharap acara ini dapat rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Pemda berterima kasih kepada semua pihak yang membantu kegiatan ini. Tanpa bantuan mereka, kegiatan ini tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Asfuri.
Djaka Nur Sahid dari Bank Jateng menilai pelaksanaan BJBM tahun ini berjalan lancar. Borobudur Fun Run digelar sebagai bentuk apresiasi kepada warga sekitar yang telah berpartisipasi menyukseskan BJBM.
“Terima kasih kepada Kompas yang telah menjadi penyelenggara kegiatan. Ini akan kita laksanakan seterusnya. Mudah-mudahan kolaborasi dari beberapa stakeholder akan ikut mendorong perekonomian yang baik di Kabupaten Magelang,” katanya.
“Sekarang Bank Jateng Borobudur Marathon sudah menjadi taraf internasional,” tambahnya. Camat Borobudur, Subiyanto, menilai bahwa Borobudur Marathon adalah event yang hebat dan wajib disyukuri.
“Terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan Bank Jateng Borobudur Marathon dengan profesional. Dari tahun ke tahun hingga tahun kesembilan ini terus meningkat. Atmosfer event telah terbangun dengan baik, dampaknya ekonomi meningkat, UMKM menggeliat. Kita harapkan tahun depan akan lebih baik lagi,” kata Subiyanto.
Beragam aktivitas ikut mewarnai suasana Borobudur Fun Run, seperti saat tiba di garis finis, peserta diberi sarapan dengan berbagai menu UMKM yang disiapkan panitia, serta hiburan di panggung utama. Acara ditutup dengan lucky draw yang menyediakan berbagai doorprize dan hadiah menarik.
Borobudur Marathon diselenggarakan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, dan Harian Kompas. Tahun ini, ajang ini mengusung tema “Stride to Glory” dan diikuti oleh 11.500 pelari yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu marathon, half marathon, dan 10K.
Usai melepas peserta BJBM, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Borobudur Marathon bukan sekadar event olahraga lari semata, tetapi juga mengandung unsur wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama UMKM.
“Borobudur Marathon itu sudah naik kelas. Sekarang sudah elite marathon, artinya sudah kelas dunia. Dari 38 negara yang ikut, secara tidak langsung akan menarik Jawa Tengah menjadi tempat investasi,” katanya.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap penyelenggaraan BJBM yang memasuki tahun kesembilan.
“Pesertanya meningkat menjadi 11.500 dan menyandang predikat Elite Label. Kemenpora ikut bangga dan mendukung Borobudur Marathon menjadi sport tourism yang menciptakan dampak besar, yaitu tumbuhnya perekonomian di Magelang dan sekitarnya.
Homestay laris dengan harga tinggi, demikian juga warung-warung. Saya mendengar perputaran ekonominya mencapai kurang lebih Rp 74 miliar,” kata Erick yang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Salah satu pelaku ojek, Wicaksono, mengaku bahwa acara Bank Jateng Borobudur Marathon membawa rezeki tersendiri yang tidak bisa ditandingi event lainnya.
“Penghasilan saya yang rata-rata Rp 300 ribu meningkat drastis menjadi Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta,” katanya bangga.
Nurul Abadi







