Sarasehan Wawasan Kebangsaan Peringati HUT ke-80 RI dan 100 Tahun Ahmadiyah

Bogor, KabarTerkiniNews.co.id –  Dalam Rangka memperingati HUT ke 80 Republik Indonesia dan peringatan satu Abad Ahmadiyah. Ahmadiyah menggelar Sarasehan kebangsaan yang berlokasi di DPP Ahmadiyah Parung Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam Diskusi yang dipandu oleh Dodi Kurniawa narasumber membahas pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan,
semangat persatuan, serta kontribusi umat beragama dalam merajut harmoni sosial. Selain
itu, sarasehan juga menekankan peran generasi muda dalam merawat nasionalisme di
tengah dinamika globalisasi.

Baca Juga

“Wawasan kebangsaan adalah modal utama dalam menjaga persatuan bangsa. Kita harus
merawat warisan kebangsaan dengan semangat toleransi dan gotong royong,” ujar salah
satu narasumber dalam sesi diskusi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan 100 tahun Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di tanah air, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tekad bersama untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera

Salah satu pembicara yakni Syafiq Hasyim Wakil Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Menuturkan bahwa Ahmadiyah sebagai salah satu organisasi ikut dan senantiasa mempertebal rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi warga.

“Satu hal yang harus terus ditingkatkan karena tahun mendatang kita akan menghadapi banyak persoalan seperti geopolitik krisis pangan dan krisis lingkungan dan sebagainya membutuhkan kerja sama dan dukungan dari kelompok keagamaan seperti Ahmadiyah dan sebagainya,” katanya.

Dia menuturkan Kalau Indonesia rapuh secara internal maka kita akan mudah dipengaruhi oleh situasi geopolitik intenasional.

“Kita harus antisipasi seluruhnya keikutsertaan Ahmadiyah dan pihak lain untuk menjaga persatuan wajib ditingkatkan,” tegasnya.

Mengenai adanya beberapa kelompok radikal yang masih melarang warga untuk melakukan ibadah dia menilai kalau penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya hal seperti itu tidak akan terjadi.

“Bagaimana otoritas keamanan yakni polisi dan pemerintah bisa bersikap tegas menghargai hak warga negara yakni beragama,” jelasnya.

Mengenai keberadaan seratus tahun Ahmadiyah, Syafiq menuturkan selama seratus tahun Ahmadiyah harus mempertahankan keselamatannya dan berusaha diri sendiri. Selain itu Ahmadiyah adalah organisasi yang independen pendidikan independen, organisasi juga independen.

“Keselamatan beragama satu abad kalau kesepakatan organisasi itu bukan ranah sebagai warga. Jika negara ini menghargai Ahmadiyah maka sepatutnya selamat sampai akhir jaman,” tutupnya.

Tim KabarTerkniNews,co.id

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *