Sineas Dan Tantangan Pemilihan Musik Dalam Penggarapan Film

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id  – Dalam produksi sebuah Film, kurang lengkap tanpa adanya musik sebgai pendukungnya. Tak sekedar sebagai pelenhkap, namun pemilihan musik yang tepat, mamou menjadikan sebuah cerita dalam film, semakin hidup.

Namun, untuk menemukan lagu yang tepat, dalam sebuah adegan, menjadi tantangan sendiri bagi seorang produser, sutradara atau editor.Bagai mencari jarum di tumpukan jerami.

Bacaan Lainnya

Memahami dinamika ini, Massive Music Entertainment kembali meramaikan JAFF Market 2025 dengan membawa solusi konkret bagi para storyteller.

Setelah sukses dengan inisiatif “Music Supervisor” tahun lalu, tahun ini strategi Massive Music bertumpu pada efisiensi berbasis teknologi dan data.

Ganjar Ariel Santosa, selaku COO Massive Music Entertainment menjelaskan, dengan slogan #CariLaguCariMassive, pihaknya merespons kebutuhan industri akan proses lisensi dan kurasi yang lebih efisien.

“Pengembangan teknologi pencarian lagu berbasis data yang sedang digarap oleh Massive Music, diproyeksikan akan memangkas waktu pencarian lagu dan meningkatkan kualitas dan akurasi pemilihan aset musik bagi rumah produksi maupun studio film.” ungkapnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ganjar, saat menggelar sesi dialog bersama sejumlah sineas, pada Senin 15/12/2025).
Pihaknya menambahkan, belama ini, pencarian lagu sangat bergantung pada “muscle memory” atau ingatan subjektif produser, sutradara atau editor—yang dalam prosesnya sangat memakan waktu dan memiliki batasan-batasan.

“Saat ini Massive Music sedang mengembangkan sebuah produk teknologi berbasis data yang dirancang untuk membaca kebutuhan mood dan karakter sebuah film atau series dengan lebih presisi.” imbuh Ganjar.

COO Massive Music Entertainment itu juga menegaska, bahwa Massive Music adalah mitra strategis yang menawarkan solusi satu pintu. Di era digital ini, kombinasi katalog yang besar, teknologi dan data adalah kunci untuk memudahkan proses pencarian lagu menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.

Sebagai music publisher dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, langkah ini menegaskan posisi Massive Music untuk memperkuat ekosistem perfilman dengan menghadirkan one-stop solution bagi industri film Indonesia dan Asia Tenggara.

Selama perjalanannya, Massive Music Entertainment sudah melisensikan lebih dari 4000 lagu dengan lebih dari 500 klien.

“Massive Music Entertainment menawarkan layanan one stop music solution dalam bentuk music supervisor yang bertugas mulai dari kurasi dan rekomendasi lagu berdasarkan data, music production sampai dengan membuat music cue sheet di banyak project yang menjadi portfolio kami.” tegasnya.

Di sesi penutup dialog, music publisher tersebut menyampaikan, bahwa pihaknya juga memiliki tanggung jawab terhadap industri, seperti menginkubasi bakat-bakat baru, memperluas jaringan, dan yang paling penting adalah membangun dan memperkuat ekosistem.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *