Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Sabtu hingga Minggu, 4–5 April 2026. Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mencatat peristiwa banjir terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, pengkinian situasi banjir di Kabupaten Demak, serta pengkinian situasi pascagempa di Sulawesi Utara.
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Jumat (3/4) malam menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di tujuh desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi terdampak antara lain Desa Gayamprit, Nglinggi, Keputran, Somokaton, Jetis, Demangan, dan Karangtalun.
Sebanyak enam kepala keluarga (KK) terdampak. Satu fasilitas ibadah dan lima unit tempat usaha dilaporkan rusak ringan, enam unit rumah dan tiga tempat usaha rusak sedang, serta dua unit tempat usaha dan satu gazebo rusak berat. Angin kencang ini juga merobohkan sebuah rumpun bambu dan satu papan reklame.
Pada Sabtu (4/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten melaporkan situasi telah kondusif.
Peristiwa bencana lainnya yang terjadi pada Jumat (3/4) adalah banjir di Kabupaten Wonosobo. Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Semangung serta buruknya sistem drainase saat hujan berintensitas tinggi.
Titik banjir berdasarkan pantauan tim BPBD Kabupaten Wonosobo berada di Desa Jogoyitnan, Kelurahan Pagerkukuh, dan Kelurahan Jaraksari di Kecamatan Wonosobo, Desa Sigedang di Kecamatan Kejajar, Desa Blederan di Kecamatan Mojotengah serta Desa Sendangsari di Kecamatan Garung.
Akibat banjir, 27 KK terdampak. Sebanyak 25 unit rumah terdampak dan dua unit rumah rusak ringan. Banjir juga menyebabkan akses jalan raya Kabupaten Wonosobo menuju Dieng terdampak.
Hingga Sabtu (4/4), BPBD Kabupaten Wonosobo masih melakukan penanganan di lapangan dengan pembersihan drainase dan material lumpur yang mengendap. Pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintas karena kondisi jalan licin.
Laporan selanjutnya diterima dari Kabupaten Bogor. Peristiwa tanah longsor menimpa rumah warga dan jalan di Desa Leuwibatu pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 02.30 WIB. Titik longsor terdata berada di Desa Cilebeut Timur di Kecamatan Sukaraja, Desa Leuwibatu di Kecamatan Rumpin, Desa Ciherang di Kecamatan Dramaga, Desa Cimanggis di Kecamatan Bojonggede, serta Desa Parigi Mekar di Kecamatan Ciseeng.
Jumlah warga terdampak akibat longsor ini sebanyak 18 jiwa dan delapan jiwa lainnya terancam. Kerugian material berdasarkan kaji cepat tim BPBD Kabupaten Bogor meliputi tiga unit rumah terancam, satu unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak ringan, serta satu akses jalan terdampak.
Kondisi mutakhir pada Sabtu (4/4) pukul 22.40 WIB dilaporkan material longsoran di badan jalan telah dibersihkan sehingga akses jalan sudah dapat dilalui.
Pengkinian Situasi Bencana
Selain laporan kejadian baru, BNPB turut merangkum pengkinian situasi bencana di beberapa daerah.
Dari Kabupaten Demak dilaporkan satu orang yang sebelumnya hilang dalam peristiwa banjir pada Jumat (3/4) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan seorang anak perempuan berusia delapan tahun, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.
Berdasarkan laporan perkembangan situasi di lapangan oleh BPBD Kabupaten Demak pada Minggu (5/4) pukul 12.00 WIB, kondisi genangan di lima kecamatan terdampak berangsur surut. Ketinggian air di pemukiman saat ini rata-rata 5-10 sentimeter.
Jumlah pengungsi per Sabtu (4/4) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 12 jiwa. Warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah genangan surut. Pengungsi yang masih bertahan terdapat di Madrasah Diniyah Sindon.
Penanganan darurat di wilayah terdampak terus dilakukan. Pada Sabtu (4/4), penanganan tanggul jebol di Dusun Soloware, Desa Trimulyo dilakukan menggunakan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta pancang bambu 50 batang dan glugu 50 batang. Penanganan darurat ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 hari.
Secara paralel, penanganan tanggul jebol di Dusun Solondoko, Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo dilaksanakan menggunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta pancang bambu 90 batang dan glugu 90 batang, dengan target penyelesaian sekitar 14 hari.
Dari Kota Bitung, Sulawesi Utara, pengkinian informasi pascagempa magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4) menunjukkan bahwa pada Sabtu (4/4), para pengungsi terdampak gempa di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa telah kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinyatakan aman.
Sementara itu, situasi pascagempa di wilayah Maluku Utara menunjukkan sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian lainnya masih bertahan di pengungsian karena trauma. Akses komunikasi di beberapa wilayah juga dilaporkan mengalami kendala.
Tim BNPB telah tiba di lokasi terdampak dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi serta warga terdampak terpenuhi. Sesuai arahan Presiden RI, bantuan yang disiapkan mencakup logistik permakanan dan nonpermakanan, peralatan kebencanaan, pengerahan personel tambahan, serta dukungan anggaran darurat guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak. BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti instruksi resmi dari pemerintah daerah dan otoritas terkait.
Pengkinian Situasi Vulkanologi
Seiring dengan peristiwa bencana hidrometeorologi dan geologi di beberapa wilayah Indonesia, dinamika vulkanologi atau kegunungapian juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
Pada Jumat (3/4), Gunung Dukono yang berada di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara terpantau mengalami peningkatan aktivitas dengan kejadian erupsi. Gunung berstatus Level II (Waspada) ini mengalami erupsi dengan kolom erupsi berwarna kelabu berintensitas tebal dan ketinggian antara 1.500 hingga 4.000 meter di atas puncak. Arah sebaran abu condong ke barat laut, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo yang berisiko terdampak hujan abu vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.
BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya akibat sebaran abu vulkanik dan lontaran batu pijar. Selain itu, perlu diwaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan. Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.
Selain dinamika aktivitas Gunung Dukono, BNPB mengingatkan masyarakat di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga, untuk menaati rekomendasi PVMBG terkait peningkatan aktivitas Gunung Slamet.
Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Api Slamet pada periode 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat 866 kali gempa hembusan, 620 kali gempa low frequency, 1 kali gempa vulkanik dalam, 11 kali gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo 1 mm (dominan 0,5 mm).
Menurut PVMBG, hasil analisis data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunung Api Slamet yang memicu munculnya gempa dangkal dan meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi.
Hingga 3 April 2026, tingkat aktivitas Gunung Api Slamet masih berada pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak.
Potensi ancaman saat ini berupa erupsi freatik yang menghasilkan abu dan hujan lumpur atau erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar di sekitar puncak dalam radius 2 km, serta hembusan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi di sekitar kawah.
BNPB menekankan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi, serta kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi dan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan serta memantau informasi terbaru dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, BMKG, dan Badan Geologi.
KabarTerkiniNews.co.id







