Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air, Hari Ini

Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum kejadian dan penanganan bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, pada periode Sabtu (14/3), pukul 07.00 WIB, sampai dengan Minggu (15/3), pukul 07.00 WIB. Berikut ini beberapa peristiwa yang dilaporkan pada kurun waktu tersebut.

Laporan pertama adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, pada Jumat (13/3) sore hari waktu setempat. Lahan yang ditanami pohon kelapa sawit dan pohon karet seluas lima hektare terbakar. Lokasinya berada di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kuala Hulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu Utara beserta aparat setempat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Api berhasil padam pada keesokan harinya, Sabtu (14/3).

Bacaan Lainnya

Menuju ke Provinsi Jawa Tengah, curah hujan tinggi menyebabkan dua kejadian bencana terjadi. Adapun kejadian pertama berada di Kota Semarang, hujan deras menyebabkan debit air Sungai Kreo meluap hingga ke pemukiman warga pada Sabtu (14/3) sore hari. Sebanyak 303 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Namun kondisi terkini air berangsur surut. BPBD Kota Semarang berupaya melakukan kaji cepat dan mendistribusikan logistik kepada warga terdampak. Rencananya hari ini (15/3) akan dilakukan pembersihan material yang terbawa banjir.

Masih di Provinsi Jawa Tengah, peristiwa cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Pemalang pada Sabtu (14/3), sekitar pukul 22.00 WIB. Angin kencang terjadi bersamaan dengan adanya hujan deras. BPBD Kabupaten Pemalang melaporkan dua warga meninggal dunia. Korban tersebut telah dibawa ke rumah sakit daerah. Lokasi terdampak berada di Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang. Sementara itu, kaji cepat dan pembersihan pohon tumbang dilakukan personel BPBD pascakejadian.

Menyikapi ancaman bahaya karthula, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada saat di manapun berada. Selain itu, semua pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa hal, seperti patroli dan sosialisasi bersama masyarakat mengenai bahaya karhutla sebagai upaya pencegahan dini, dan penyiapan personel beserta peralatan dan perlengkapannya.

Adapun langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak banjir dan angin kencang seperti, rutin memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan dari lembaga pemerintah, jika hujan deras terjadi dalam waktu yang lama agar warga bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih aman. Kemudian jika terjadi hujan yang disertai dengan angin kencang, warga diharapkan dapat berlindung di dalam rumah atau bangunan yang kokoh, jangan berlindung di bawah pohon atau pun papan reklame dan baliho karena berpotensi roboh diterjang angin kencang.

KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *