Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum penanganan darurat bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, pada periode Senin (23/3) pukul 07.00 WIB sampai dengan Selasa (24/3) pukul 07.00 WIB.
Laporan pertama, banjir rendam tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur pada Kamis (19/3). Tujuh kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Pandaan, Winongan, Pohjentrek, Grati, Rejoso, Kraton dan Bangil. Merujuk pendataan terakhir, terdapat 4.263 unit rumah warga pada tujuh kecamatan tersebut terendam banjir.
Kondisi terkini, hampir seluruh titik banjir sudah surut, menyisakan wilayah Kecamatan Rejoso yang masih dilanda banjir dengan ketinggian muka air berkisar 30 sampai 40 centimeter. BPBD Kabupaten Pasuruan dan perangkat daerah setempat terus melakukan pemantauan khususnya di wilayah yang hingga kini masih tergenang.
Beralih ke Kota Pasuruan, banjir yang disebabkan meluapnya debit air Sungai Welang sebabkan 100 unit rumah warga Kecamatan Gadingrejo terdampak. Banjir mulai menggenangi rumah warga dengan ketinggian air sekitar 40 centimeter sejak Sabtu (21/3), pascahujan deras yang melanda pada malam hari.
Pada saat kejadian, BPBD Kota Pasuruan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan secara berkala. Kondisi saat ini, banjir telah surut. Warga saling bergotong royong untuk lakukan pembersihan.
Masih di Provinsi Jawa Timur, dilaporkan terjadi hujan dengan intensitas tinggi hingga sebabkan debit air sungai dan drainase meluap ke pemukiman warga di Kabupaten Mojokerto pada Jumat (20/3). Banjir menggenangi akses jalan desa dan 333 unit rumah warga, selain itu lahan seluas 61,5 hektar turut terendam air dengan ketinggian 300 sampai 100 sentimeter.
Sejak banjir melanda, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama lintas instansi, langsung mengupayakan penanganan darurat bencana, meliputi penyediaan perahu fiber, melakukan penyedotan menggunakan pompa, penyaluran air bersih dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga. Kondisi terkini, wilayah terdampak banjir sudah alami surut.
Menuju Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, banjir terjadi pada Jumat (20/3) lalu Adapun wilayah terdampak berada di Desa Masebewa Kecamatan Tanawawo, dilaporkan banjir tersebut merendam 2.922 unit rumah warga dan 15 hektar lahan persawahan.
Situasi saat ini, banjir telah surut di semua lokasi. Akses jalan yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Tanawawo yang sebelumnya terputus pun, sudah dapat dilalui kembali oleh warga. BPBD Kabupaten Sikka mengimbau kepada warga agar waspada apabila hujan kembali terjadi.
Memasuki arus balik lebaran 2026, BNPB mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh, untuk selalu waspada saat di manapun berada, khususnya saat berada di wilayah rawan bencana.
Selain itu perlu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa hal berikut ini, pertama cek jalur mudik aman bencana pada platform InaRISK, kemudian pantau kondisi cuaca yang ada di lokasi sekitar atau lokasi yang dituju, pastikan kondisi kendaraan yang digunakan dalam kondisi yang layak jalan, pahami rambu-rambu keselamatan ketika berada di perjalanan, apabila terjadi keadaan darurat segera hubungi petugas yang bersiaga di lokasi sekitar anda.
KabarTerkiniNews.co.id







