Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Kesuksesan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah, di Bantul, Yogyakarta, rupanya kian memnggema di Nusantara. Bahkan, melihat potensi timbulan sampah yang mampu terkelola dengan baik disini, utamanya sampah plastic bernilai ekonomi rendah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lewat Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, meliriknya untuk menempatkan salah satu teknologi temuannya, yakni mesin Piriolisis, pengubah sampah plastic menjadi bahan bakar, dalam upaya penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Melalui lima platform layanan unggulannya, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah, telah mampu menyelesaikan persoalan sampah, dari hulu hingga hilir. Hal itu dibuktikan, dengan banyakanya kelompok masyarakat, yang telah menjadi binaannya, dengan mengedepankan program pilah sampah mandiri dari sumber.
Kiprah pelaku lingkungan yang berpusat di Wukirsari, Imogiri, Bantul ini, juga telah banyak dikenal hingga berbagai daerah. Bahkan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lewat Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, meliriknya untuk menempatkan salah satu teknologi temuannya, yakni mesin Piriolisis, pengubah sampah plastic menjadi bahan bakar.
Rabu (08/04/2026) pagi, pihaknya berkesempatan meninjau langsung, aktivitas pengelolaan sampah di KSM PIlah Berkah, utamanya potensi timbulan sampah khusus plastik bernilai ekonomi rendah.
“,sampah plastic itu masih mendominasi timbulan sampah, di masyarakat dan kawasan. Dan di KSM ini sangat besar potensinya, yang kami Yakini dapat mendorong percepatan replikasi teknologi Faspol 5.0. pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar cair setara solar, “ ujar Heru Susanto, selaku peneliti dari Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, BRIN.
Meski telah mengedapanlkan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan, namun melalui kolaborasi itu nantinya, dapat lebih mendongkrak pengembangan KSM Pilah Berkah, dalam penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
“Dimana, sampah plastik low value yang tadinya hanya dimusnahkan, dan bernilai rendah,mampu dikelola dengan cara lain, untuk mendatangkan nilai ekonoomi lebih. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan atas persoalan sampah plastik sekaligus menyediakan alternatif bahan bakar bagi masyarakat,” tuturnya.
Kelompok pengelola sampah ini dipilih, lantaran pihaknya tertarik dengan skema pengelolaan sampah yang diterapkan oleh KSM PIlah Berkah. Dimana, masyarakat diberikan pendampingan secara berkelanjutan, dalam pengelolaan bank sampah, yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat. Dari sistem tersebut, masyarakat dapat memperoleh manfaat lingkungan dan ekonomi yang cukup besar.
“belum pernah ada pengelola sampah seperti KSM PIlah Berkah, semua sampah terpilah tidak tertolak, sehingga potensi plastic yang biasanya tidak laku, KSM ini mampu menampung dari masyarakat.” Tandasnya.
Sementara itu, menanggapi upaya dari BRIN, Arif Solikhin, selaku konsultan dari KSM PIlah Berkah menyatakan, kunjungan dari BRIN di Depo Pawiyatan, yang menjadi ruang pengelolaan sampah milik KSM Pilah Berkah, sebagai pendorong penguatan kolaborasi dan perubahan pola pikir masyarakat, dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, kesadaran bersama untuk bertanggung jawab terhadap sampah merupakan bagian dari proses rekonstruksi sosial.
“kami cukup bangga bisa dilirik BRIN, dan kami yakin tteknologi Fast Pyrolisis memungkinkan sampah plastik kemasan seperti bungkus mie instan dan sabun cuci untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan.” Tegasnya.
Diharapkan, melalui Langkah awal invensi, kajian, dan supervisi lapangan ini, dapat meningkatkan kemandirian industri nasional, dalam penerapan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan, terutama berkaitan dengan BBM alternatif bersumber sampah plastik.
Joko Pramono







