Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menilai tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik 2026 menjadi bukti kuat keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mengelola arus mudik dan balik, Rabu (8/4/2026).
Hal itu disampaikan merespons hasil survei KedaiKopi yang mencatat sebanyak 88,8 persen responden menyatakan puas terhadap layanan mudik, dengan nilai rata-rata kepuasan mencapai 7,18 dari skala 1 sampai 10.
“Kesesuksesan ini berkat kolaborasi, negara hadir bersama stakeholder untuk mengelola arus mudik dan arus balik, sekaligus menjaga harkamtibmas,” kata Kakorlantas dalam program Prime Time News Metro TV.
Kakorlantas menjelaskan, pengamanan mudik tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan momentum spiritual dengan aman, mulai dari Ramadan hingga Idulfitri, termasuk rangkaian hari besar lainnya.
Dalam pengelolaan arus, Korlantas Polri mengandalkan pendekatan berbasis teknologi melalui traffic counting dan perhitungan rasio volume kendaraan. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas secara tepat dan terukur.
Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah pemanfaatan jalan tol fungsional. Sekitar 35 persen pergerakan pemudik menuju arah Jawa Barat dapat diurai melalui pengalihan arus ke jalur fungsional, sehingga tidak terjadi penumpukan di titik krusial seperti Cikampek.
Arus balik dari Jawa Barat juga dikelola melalui jalur alternatif seperti Sadang, Deltamas hingga Setu, sebelum kembali terhubung ke JORR. Skema ini dinilai mampu menghindari pertemuan arus di titik padat dan memperlancar perjalanan.
Selain itu, jalur fungsional di sejumlah wilayah lain seperti Bocimi hingga Probolinggo-Paiton turut dimanfaatkan untuk mengurangi beban jalan arteri.
Kakorlantas menegaskan, penerapan predictive traffic policing dan data driven management menjadi kunci dalam pengambilan keputusan. Setiap rekayasa lalu lintas, termasuk pemberlakuan one way, dilakukan berdasarkan parameter dan data real time, bukan sekadar prediksi.
“Ketika terjadi bangkitan arus lebih awal, maka eksekusi dilakukan lebih cepat. Semua berbasis data dan parameter,” ujarnya.
Di sisi lain, aspek keamanan dan ketertiban masyarakat juga menjadi perhatian utama. Kakorlantas menyebut tidak ada peristiwa menonjol selama periode mudik, menandakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), termasuk pembatasan angkutan logistik, juga dinilai berperan penting dalam memberikan prioritas kepada pemudik agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
Pengamanan turut diperkuat dengan kehadiran pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah, guna memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat berjalan lancar, termasuk saat takbiran dan pelaksanaan salat Id.
“Operasi Ketupat ini bukan hanya soal lalu lintas, tetapi bagaimana memastikan momentum spiritual berjalan aman dan masyarakat bisa sampai tujuan dengan selamat,” tutur Kakorlantas.







