Batang, KabarTerkiniNews.co.id – Sebuah video berdurasi 11 detik viral di platform pesan WhatsApp dengan narasi, tim MBG Pusat dihadang Kades dan Warga Tambahrejo Bandar kabupaten Batang Jawa Tengah.
Dari hasil penelusuran, didapat fakta dan data yang mengerucut kepada permasalahan yang timbul akibat adanya sengketa lahan yang akan dijadikan lokasi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di desa tersebut.
Pemilik lahan, Kahono (57 tahun), saat dikonfirmasi melalui telepon pada Senin (18/8) malam membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, itu (video) kemarin saat kami (dia dan tim MBG) hendak survey ke lokasi, dihadang sama pak lurah, istrinya dan juga beberapa warga”, katanya.
Diakui Kahono, awalnya dia pernah menawarkan lokasi tanah tersebut kepada kepala desa. Namun waktu itu, kepala desa tidak ada kabar dan tampak tidak berminat. Hingga akhirnya, tanah itu ditawarkan ke orang lain, hingga akhirnya disewa oleh tim MBG.
“Setelah tau tanah saya akan disewa MBG, pak lurah kemudian memaksa saya untuk menjual tanah kepadanya. Saya dipaksa menandatangani surat jual beli, dengan uang muka 5 juta rupiah pada kamis sore dan 15 juta susulan saat maghrib”, imbuhnya.
Bahkan menurutnya, lokasi lahan saat ini sudah dalam penguasaanya. Tanaman yang ada di lokasi sudah diratakan. Kahono akhirnya membuat laporan ke Polres Batang dengan aduan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap barang, penyerobotan tanah dan atau masuk pekarangan tanpa ijin.
“Kemarin (Minggu-17/8) saya terima uang sewa dari tim MBG karena memang sebelumnya sudah ada kesepakatan. Namun saat hendak survey ke lokasi, peristiwa penghadangan itu terjadi, dan saya terpaksa mengungsikan istri dan anak saya ke Batang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”, paparnya.
Sementara, Ghofar Ismail selalu kepala Desa Tambahrejo saat dikomfirmasi melalui sambungan seluler membantah adanya kabar penghadangan tim MBG olehnya. Dia justru mengaku didatangi oleh orang-orang tersebut ke rumahnya, dengan niat untuk mengembalikan uang panjer yang sudah diberikan ke Kahono selalu pemilik tanah.
“Mereka datang ke rumah saya dan tidak mau masuk. Mereka niatnya mau mengembalikan uang panjer dari pembeli yang sudah di terima pemilik tanah. Saya memang tidak mau, karena saya bukan pembelinya, saya hanya calo”, tegasnya.
Ghofar menjelaskan, saat melihat ketegangan yang terjadi didepan rumah, beberapa warga dan tetangga kemudian mengepung orang-orang tersebut.
“Saya waktu itu mencoba meredam warga, hingga akhirnya orang-orang itu di evakuasi ke polsek”, imbuhnya.
Ghofar berharap, permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan. Sehingga, proyek pembangunan dapur MBG bisa berjalan dengan baik dan bisa segera mendistribusikan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah diwilayah kecamatan Bandar.
Kermit Slater
https://www.instagram.com/reel/DNhBbKDSTNJ/?igsh=MXF4eWMyeXhpam9ybw==