Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Beragam polemic dan problematika muncul dalam relasi antara kemajuan teknologi digital yang terus bertransformasi secara cepat dengan manusia pengelola sumberdaya pembangunan. Selain itu ancaman krisis iklim yang semakin nyata, kini menghadapkan dunia pendidikan dan sains pada pertanyaan besar yaitu “sejauh mana kemajuan ini akan membawa manusia?
” Menjawab kegelisahan tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang bekerjasama dengan dan centre for integrative-interconected transformation UIN Sunan Kalijaga ( CIINTRA ) menggelar The Fifth International Conference on Religion, Science and Education (ICRSE) ( 3/12/2025 )
ICRSE 2025 hadir dengan misi spesifik untuk menarik benang merah antara kemajuan akal (sains) dan agama. Mengusung tema besar “Empowering Education and Scientific Innovation through Faith-Based Values for a Just and Sustainable Future,” .
Acara ini berangkat dari kesadaran bahwa inovasi teknologi di abad ke-21 memerlukan landasan moral yang kuat agar tercipta masa depan yang tidak hanya canggih, tetapi juga adil dan berkelanjutan. CRSE merupakan agenda tahunan sekaligus salah satu konferensi terbesar di UIN Sunan Kalijaga yang akan menghadirkan 360 peserta presenter dan 123 peserta pasif dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia maupun luar negeri.
Dalam sambutannya sekaligus membuka konferensi Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. menegaskan sekaligus mengingatkan tujuan gelaran konferensi ini untuk memberikan masukan serta solusi pembangunan ke depan yang lebih maslahat .
“ itu ilmu dan teknologi itu tidak boleh bebas nilai tetapi harus ada filosofi keagamaan, nilai nilai yang bersandar pada nilai kemaslahatan rahmatan lil alamin, yang mendasarkan kita dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Missal kalua kita lakukan ekspoloitasi alam tanpa filosofi kemaslahatan ya asal eksploitasi saja,” terang Noorhaidi.
Dalam kesempatan ini Rektor UIN Sunan Kalijaga meluncurkan unit baru di UIN Sunan Kalijaga yaitu centre for integrative-interconected transformation ( CIINTRA ) yang dipimpin Prof Dr. Eva Latifah, MSi yang juga berkontribusi dalam pelaksaan konferensi kali ini.
Untuk membedah topik krusial ini, forum ICRSE 2025 ini, mempertemukan perspektif dari tiga benua berbeda. Dari tuan rumah, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. (Rektor UIN Sunan Kalijaga). Forum ini akan diperkaya dengan pandangan pakar pendidikan sains, Prof. Olga Lucía Castiblanco Abril (Universidad Distrital Francisco José de Caldas, Kolombia), serta perspektif ilmuwan muda Luis Castillo (Université Paris Cité/University of Costa Rica).
Kehadiran para pakar lintas negara ini menegaskan bahwa dialog antara agama dan sains adalah kebutuhan global, bukan sekadar isu lokal. Menariknya, UIN Sunan Kalijaga membuka pintu seluas-luasnya bagi publik untuk terlibat dalam dialog penting ini.
Ketua penyelenggara konferensi, Muhammad Ja’far Lutfi, mengapresiasi antusiasme peserta konferensi yang setiap tahun semakin meningkat. “ Alhamdulillah ini sudah yang kelima, yang diikuti ratusan peserta yang kali ini diikuti 338 presenter dan partisipan pasif sebanyak 150an peserta dan ini didukung pula oleh CIINTRA,’
Konferensi internasional ini sepenuhnya diselenggarakan secara daring (full online). Penyelenggara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum, mahasiswa, guru, dosen, hingga praktisi untuk bergabung tanpa dipungut biaya.
Ruang partisipasi pun dibuka lebar melalui sesi presentasi paralel. Para akademisi dan peneliti diundang untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka dalam cakupan tema yang sangat luas, mulai dari Pendidikan, Life Science, Matematika, Teknik, hingga Studi Agama dan Sosial.
Bagi naskah terpilih yang lolos tinjauan, penyelenggara menyediakan kesempatan publikasi dalam prosiding yang terindeks Google Scholar.
Dhani Irawan







