Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Warga yang tergabung dalam empat Rukun Tetangga ( RT) di Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengubah lahan tidur milik pemerintah kota Kupang menjadi lahan produktif.
Para warga di empat RT itu masing-masing RT 011,RT 012, RT 013 dan RT 014 di RW 004 gotong royong membersihkan lahan di RT 013 untuk ditanami tanaman produktif seperti sayur dan rencananya akan dibuat juga kolam lele.
Ketua RW 004, Nixon Tisera di lokasi Sabtu,( 28/2/2026) mengatakan bahwa lahan ini merupakan lahan kosong milik Pemkot sehingga warga bersepakat untuk membuat lahan ini yang sebelumnya lahan tidur menjadi lahan produktif dengan ditanami berbagai macam sayuran dan juga rencananya akan dibuat kolam lele dan nantinya akan dikelola oleh para ibu dasawisma.
” Jadi warga kemarin sudah rapat dan memutuskan bahwa lahan milik Pemkot ini akan digunakan untuk ditanami berbagai tanaman produktif dan juga nanti kedepannya akan dibuatkan kolam lele, dan dikelola oleh kaum ibu dasawisma, tentunya kami sangat mendukung hal ini karena bisa meningkatkan ekonomi warga,’ ujar Nixon.
Sementara itu Lurah Nefonaek, Ina Ungirwalu mendukung dan mengapresiasi warganya yang bernisiatif mengolah lahan kosong milik Pemkot ini dan tentunya hal ini sejalan dengan program Ketua PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya untuk pengembangan ekonomi dengan memanfaatkan lahan yang ada, demi kebutuhan ekonomi serta ketahanan pangan warga.
” Kami dari pihak pemerintah sangat mengapresiasi niat warga ini, tentunya hal ini juga mendapat dukungan dari Ketua PKK kota Kupang, ibu Dokter Widya Cahya, dimana ibu Ketua PKK Kota Kupang selalu mensupport para ibu terutama dasawisma untuk membudidayakan tanaman produktif di lahan, baik milik pribadi ataupun milik Pemkot seperti ini, dengan tujuan peningkatan ekonomi warga serta kecukupan pangan warga itu sendiri,” jelas Lurah Nefonaek.
Pantauan media ini di lapangan sejumlah warga bahu-membahu bekerja bakti untuk membersihkan lahan tersebut dan nantinya lahan ini akan dikelola secara swadaya oleh masyarakat terutama para ibu dasawisma.
Masyarakat juga akan memanfaatkan bantuan walikota Kupang dr. Christian Widodo sebesar 500 juta per Kelurahan untuk membangun lahan ini seperti kolam lele, penyediaan bibit sayuran dan hal-hal lainnya, tentunya langkah ini menjadi hal positif yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar untuk menambah pundi ekonomi mereka, serta membangun ketahanan pangan mulai dari lingkungan mereka sendiri.
Rudy







