Warga Resah, Jembatan Penghubung Klaten-Gunungkidul Ambles, Perbaikan Butuh Dana Rp 5 Miliar

Klaten, Kabarterkini.co.id – Jembatan di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno ambles Jumat (02/01) siang, Jembatan penghubung Klaten – Gunungkidul itu ditutup karena rusak parah. Jembatan sepanjang sekitar 27 meter tersebut retak di ujung Utara dan Selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi Utara retak dan longsor.

Jembatan di atas Sungai Dengkeng tersebut kini melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR dan kepolisian menutup lokasi dengan water berrier dan police line.

Bacaan Lainnya

Salah satu pengendara motor Akim (34) warga Gunung Kidul, menjelaskan Rusaknya jembatan penghubung ini, membuat pengendara motor harus berputar arah sejauh 2 – 3 km.

” Saya setiap hari lewat sini, ini jalan Alternatif kalau pada berangkat kerja, jalan lainnya ya lumayan jauh paling tidak sejauh 2 – 3 Km,” Jelasnya.

Selain itu, salah satu warga, Jamilah, mengatakan jika jalan ini akses utama warga untuk meningkatkan perekonomian warga, Klaten, Jawa Tengah dan Gunungkidul Yogyakarta.

” Ini akses utama mau ke pasar Gempol, saya juga dagang dipasar Gempol, kalau ini rusak terus gimana belum tau ini,” Tuturnya.

Jamilah berharap agar Pemerintah memperhatikan jalan jembatan yang amblas ini untuk segera diperbaiki.

” Ya saya berharap segera diperbaiki lah oleh Pemerintah, ” Ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto menjelaskan sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut. Kerusakan terjadi pada abutmen jembatan.

“Abutmen (struktur ujung jembatan) retak dan ambles. Namun detailnya sedang kita cek,” Katanya.

Suryanto menerangkan, jembatan tersebut tidak memungkinkan dibiayai APBD karena APBD 2026 sudah digedok dan berjalan. Dari perhitungan sementara biaya yang diperlukan mencapai sekitar Rp 5 miliar.

“Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar, semoga disetujui. Kita juga sudah matur Mas Bupati untuk memotong badan jembatan yang terus ambles ke sungai,” terangnya.

Badan jembatan yang putus, kata Suryanto, rencananya akan diambil. Sebab jika sampai putus dan terjun ke sungai dikhawatirkan menghalangi arus banjir.

“Khawatirnya jika putus justru menghalangi arus sungai saat banjir. Sedangkan kanan kiri tanggul tanah dekat dengan permukiman warga,” Pungkasnya.

Prabowo Aji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *